TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Banggakan Vaksin Bikinan India, PM Narendra Modi Klaim Bantu Dunia

India janjikan akan memproduksi jauh lebih banyak vaksin

ndtv.com

Jakarta, IDN Times – Perdana Menteri India Narendra Modi membanggakan vaksin COVID-19 produksi negaranya serta kegiatan vaksinasi yang berlangsung di negeri Sungai Gangga itu. Hal itu disampaikannya saat berpidato di The Davos Agenda, Forum Ekonomi Dunia (WEF) pada Kamis (28/1/2021).

“Hanya dalam 12 hari, India telah memvaksinasi lebih dari 2,3 juta petugas kesehatan. Dalam beberapa bulan kedepan, kami akan mencapai target kami untuk memvaksinasi 300 juta lansia dan orang dengan penyakit penyerta,” kata Modi

“Saat ini ada dua vaksin buatan India. Forum Ekonomi Dunia akan lega mengetahui bahwa di masa mendatang lebih banyak vaksin akan datang dari India,” tambahnya.

Baca Juga: India Minta WhatsApp Tarik Kebijakan Privasi Terbaru

Baca Juga: Kisah Pemuda Terkaya India, Putus Sekolah Hingga Buka Jasa Laundry

1. Menjalankan tanggung jawab bantu menyelamatkan dunia

ANTARA FOTO/REUTERS/Adnan Abidi

Modi lebih lanjut mengatakan India telah menjalankan tanggung jawabnya untuk membantu dunia sejak awal. Dia mengatakan India menyelamatkan nyawa orang di banyak negara lain di dunia dengan mengirimkan vaksin COVID dan mengembangkan infrastruktur yang diperlukan untuk vaksinasi.

“Di masa-masa sulit ini, India telah menjalankan tanggung jawab globalnya sejak awal. Ketika wilayah udara ditutup di banyak negara, India membawa lebih dari 1 lakh (100 ribu) warganya ke negara mereka dan mengirimkan obat-obatan esensial ke lebih dari 150 negara,” katanya.

2. India targetkan untuk meningkatkan manufaktur

ANTARA FOTO/REUTERS/Rajesh Kumar

Modi juga mengatakan bahwa pemerintahannya terus mengambil langkah-langkah besar untuk meningkatkan manufaktur di India. Pemerintah akan menurunkan pajak perusahaan menjadi 15 persen untuk unit manufaktur baru.

"Tarif GST (Pajak barang dan Jasa) telah diturunkan. Melalui GST dan struktur pajak Faceless Assessment telah disederhanakan. Hukum perburuhan telah direformasi,” ujarnya. “Beberapa poin telah di dekriminalisasi dalam UUPT. Untuk meningkatkan daya saing, infrastruktur konektivitas diperkuat,” lanjut Modi.

Lebih lanjut, Modi mengatakan kebutuhan infrastruktur negara diperkirakan akan menjadi sekitar 4,5 triliun dolar pada 2040. “Saya percaya bahwa pemerintah dan industri harus mencapai tujuan ini secara bersamaan. Pemerintah terus berupaya untuk menyediakan lingkungan yang stabil,” katanya.

“Kami mempromosikan investasi dalam teknologi perbatasan seperti AI, manufaktur aditif, dan sistem fisik siber interdisipliner.”

Baca Juga: Tiongkok Bantah Kemungkinan Adanya 'Persaingan Vaksin' dengan India

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya