TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Kelebihan Dosis Pfizer, Israel Ajak Sejumlah Negara Tukaran Vaksin

Vaksin Pfizer yang dimiliki Israel segera kedaluwarsa

Tenaga kesehatan menyiapkan dosis vaksin Pfizer-BioNTech di pusat vaksinasi penyakit virus corona (COVID-19) di Naples, Italia, Jumat (8/1/2021) (ANTARA FOTO/REUTERS/Ciro De Luca)

Jakarta, IDN Times – Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Israel, Hezi Levi, mengatakan negaranya sedang dalam pembicaraan dengan sejumlah negara tentang rencana untuk melakukan pertukaran vaksin COVID-19.

Levi mengatakan, pada Minggu (4/7/2021), Israel memiliki surplus atau kelebihan vaksin COVID-19 buatan Pfizer-BioNtech. Masa pakai vaksin-vaksin itu akan berakhir pada akhir bulan ini.

Oleh karena itu, Israel ingin melakukan pertukaran agar vaksin-vaksin itu bisa segera digunakan oleh negara-negara yang membutuhkan.

Baca Juga: Palestina Tolak Vaksin COVID-19 Hampir Kedaluwarsa Pemberian Israel

Levi mengonfirmasi tentang rencana pertukaran vaksin COVID-19 itu dalam sebuah wawancara dengan Radio 103 FM. Dia menyebut kesepakatan semacam itu telah didiskusikan dengan Inggris minggu lalu, tetapi tidak membuahkan hasil.

“Kami sedang bernegosiasi dengan negara lain,” kata Levi kepada Radio 103 FM, tanpa menyebutkan nama negara yang dimaksud. “Kita berurusan dengan ini siang dan malam.”

Levi tidak merinci jumlah dosis yang ingin diserahkan Israel dalam perjanjian pertukaran tersebut. Namun, surat kabar Haaretz Israel menyebutkan jumlah dosis sekitar satu juta.

Bulan lalu, Israel telah membicarakan rencana pertukaran vaksin virus corona dengan Palestina. Namun, Palestina menolak sekitar satu juta dosis vaksin dari Israel di bawah skema itu karena tanggal kedaluwarsa vaksin yang mereka terima terlalu dekat.

1. Sudah bernegosiasi dengan Inggris

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, saat berbicara dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen melalui sambungan telepon pada 8 Desember 2020. (Facebook.com/Boris Johnson)

2. Batas pemakaian vaksin 31 Juli 2021

Logo perusahaan farmasi Pfizer (www.fiercebiotech.com)

Menurut Channel News Asia, Levi mengatakan batas penggunaan dosis vaksin yang akan ditukar negaranya akan berakhir pada 31 Juli 2021. Ia menambahkan kesepakatan apa pun terkait vaksin harus mendapat persetujuan Pfizer.

Menanggapi hal ini, seorang juru bicara Pfizer mengatakan perusahaan menyambut baik rencana Israel.

“(Pfizer) dengan senang hati mendiskusikan potensi permintaan sumbangan vaksin Pfizer-BioNTech COVID antara pemerintah berdasarkan kasus per kasus, terutama jika ini membantu memastikan vaksin digunakan untuk melindungi orang dari penyakit ini,” ujarnya.

Levi mengatakan vaksin Pfizer-BioNTech sekitar 85 hingga 88 persen efektif melawan COVID-19 varian delta. Angka efektivitas ini cukup tinggi, tetapi lebih rendah dibandingkan dengan efektivitasnya terhadap strain lain.

Levi mendasarkan angka itu pada penelitian Inggris serta penelitian terbaru oleh kementerian kesehatan. Namun, seorang juru bicara kementerian tidak merinci lebih lanjut tentang penelitian tersebut.

Baca Juga: Memuaskan! Data Awal Vaksinasi Pfizer di Israel Menunjukkan Harapan

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya