TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Kondisi Memburuk karena COVID-19, PM Inggris Boris Johnson Masuk ICU 

Tugas  Boris untuk sementara diemban Menteri Luar Negeri 

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson meninggalkan Downing Street di London, Inggris, pada 12 Februari 2020. (ANTARA FOTO/REUTERS/Hannah McKay)

London, IDN Times - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson masuk unit rawat intensif (ICU) pada Senin (6/4), setelah memperlihatkan gejala COVID-19 yang semakin memburuk. Pemimpin Partai Konservatif tersebut dibawa ke rumah sakit pada Minggu (5/4) malam atas saran dokter.

Boris sudah dirawat sekitar 11 hari karena terinfeksi virus corona. Pada waktu di rumah sakit, ia masih sempat mengirim cuitan untuk memberitahu perkembangan kondisinya. Dengan situasi terbaru ini, Boris pun menunjuk Menteri Luar Negeri Dominic Raab untuk mengambil alih tugas memimpin pemerintahan.

Baca Juga: Positif COVID-19, PM Inggris Disebut Tetap Jalankan Pemerintahan

1. Boris sempat mendapatkan bantuan oksigen

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dengan kekasihnya Carrie Symonds sebelum pertandingan antara Inggris melawan Wales dalam Six Nations Championship di Twickenham Stadium, London, Inggris, pada 7 Maret 2020. ANTARA FOTO/REUTERS/Toby Melville

Menurut laporan BBC, Boris sempat mendapatkan bantuan oksigen pada Senin siang sebelum akhirnya masuk ke ruang ICU. Walau keadaannya memburuk, tapi sejauh ini ia belum membutuhkan ventilator untuk membantu pernapasan. Downing Street 10 pun memberikan pernyataan resmi mengenai kondisinya.

"Perdana Menteri berada dalam perawatan dokter di Rumah Sakit St. Thomas di London, setelah masuk karena masih memperlihatkan gejala-gejala virus corona," bunyi pernyataan tersebut.

"Sepanjang (Senin) siang, kondisi Perdana Menteri memburuk, dan atas saran tim medisnya dia dipindahkan ke unit rawat intensif di rumah sakit."

"Perdana Menteri menerima perawatan luar biasa, dan terima kasih kepada seluruh staf NHS atas kerja keras dan dedikasi mereka," tambah pihak Downing Street 10, merujuk kepada para petugas medis dalam sistem layanan kesehatan Inggris.

Buckingham Palace mengungkapkan bahwa Ratu Elizabeth sudah mengetahui hal ini.

2. Tugas Boris untuk sementara digantikan Menteri Luar Negeri Dominic Raab

Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab bersama Presiden Turki Recep Tayyep Erdogan. Foto diunggah oleh Dominic Raab pada 4 Maret 2020. twiiter.com/DominicRaab

Dengan situasi terbaru ini, Boris pun “mewakilkan” tugas memimpin pemerintahan kepada Menteri Luar Negeri Dominic Raab untuk sementara waktu. 

Raab sendiri mengatakan, ada "semangat tim yang sangat kuat" di belakang Boris di tengah upayanya berjuang melawan COVID-19. Ia mengaku, kabinet akan memastikan semua rencana Boris di pemerintahan berjalan "secepatnya".

"Begitu cara kita membawa seluruh negeri melalui tantangan virus corona," Raab melanjutkan. 

Kabar mengenai naiknya Raab sebagai wakil Perdana Menteri sementara sudah muncul dalam beberapa waktu terakhir, mengingat tidak diketahuinya kapan Boris akan sembuh. 

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya