TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Ukraina Klaim Tahan Serangan Rusia di Bakhmut 

Bakhmut kini hampir hancur karena ketegangan dua negara

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy (Twitter.cm/Defense of Ukraine)

Jakarta, IDN Times - Ukraina menyatakan telah menahan serangan pasukan Rusia di Kota Bakhmut, timur Ukraina. Kondisi Bakhmut sekarang pun hampir hancur karena dihujani ratusan rudal Moskow.

Ukraina mengklaim berhasil menghalau lebih dari 130 serangan Rusia dalam beberapa hari terakhir, termasuk di Kupiansk, Lyman dan Avdiivka.

Sementara itu, kelompok tentara bayaran Wagner Grup Rusia mengklaim telah mengepung Bakhmut.

Baca Juga: Serbia Bantah Kirim Senjata ke Ukraina: Ogah Bantu Pihak Berkonflik

1. Bakhmut salah satu medan pertemupuran berat

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy (twitter.com/ZelenskyyUa)

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan, Bakhmut merupakan salah satu medan pertempuran yang cukup berat bagi pasukan Ukraina.

Situasi di Bakhmut digambarkan sebagai situasi yang sulit, namun tetap bisa dikendalikan oleh pasukannya.

“Ini adalah salah satu pertempuran terberat. Menyakitkan dan sulit. Saya ingin memberikan penghargaan khusus untuk ketangguhan para prajurit,” kata Zelenskyy, dikutip dari Al Jazeera, Senin (6/3/2023).

2. Ukraina bertekad pertahankan Bakhmut

Zelenskyy juga menyatakan bahwa Ukraina akan terus mempertahankan Bakhmut dari gempuran Rusia.

“Ukraina sudah banyak mengorbankan nyawa untuk mempertahankan Bakhmut,” ungkapnya.

Sementara itu, jumlah pasukan Ukraina di Bakhmut kini disebut sudah kalah jumlah dengan pasukan Rusia yang terus menerobos masuk.

“Ini memang bukan kota yang besar. Faktanya, seperti Donbass, kota ini juga sudah dihancurkan Rusia. Penting bagi kami mempertahankan kota ini dan tidak membiarkan semua orang mati,” ucap dia lagi.

Bakhmut, yang masuk ke dalam wilayah Donetsk, berpenduduk 70 ribu orang. Namun, penduduk terus berkurang hingga 5 ribu orang akibat perang.

Baca Juga: Tanpa Persetujuan Kongres, AS Tambah Bantuan Militer ke Ukraina Rp6 T

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya