Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Warga Venezuela sedang melakukan pawai.
ilustrasi pawai di Venezuela (pexels.com/Renan Braz)

Intinya sih...

  • Putra Nicolas Maduro, Nicolas Maduro Guerra, ikut pawai dan menyampaikan pidato soal penangkapan ayahnya oleh AS.

  • Warga Venezuela merasa sedih dan terkejut atas penangkapan Nicolas Maduro, menganggapnya sebagai figur yang mereka kenal secara pribadi.

  • Nicolas Maduro dan Cilia Flores masih ditahan di Amerika Serikat dan akan menghadapi persidangan terkait kasus perdagangan narkoba internasional.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Ribuan warga Venezuela dilaporkan menggelar pawai di ibu kota Caracas pada Selasa (3/2/2026). Pawai ini dilakukan sebagai peringatan 1 bulan penangkapan Nicolas Maduro dan sang istri, Cilia Flores, oleh pasukan Amerika Serikat pada 3 Januari 2026 lalu.

Pawai ini digelar oleh pemerintah Venezuela di bawah tampuk kepemimpinan Delcy Rodriguez. Pawai ini diikuti oleh warga dan pegawai pemerintah Venezuela yang mendukung pembebasan Maduro dan istrinya. Dalam pawai tersebut, para peserta ramai-ramai mendesak Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk segera membebaskan Nicolas Maduro dan sang istri.

“Venezuela membutuhkan Nicolas (Maduro)!” teriak warga Venezuela dalam pawai yang bertajuk “Gran Marcha” tersebut. “Amerika Serikat menculik mereka (Nicolas Maduro dan Cilia Flores). Kami ingin mereka kembali!” bunyi tulisan di dalam spanduk yang dibawa para peserta pawai, seperti dilansir Al Jazeera.

1. Putra Nicolas Maduro juga ikut pawai

potret putra Nicolas Maduro, Nicolas Maduro Guerra (kanan) (commons.wikimedia.org/CarlosAOficial1)

Putra Nicolas Maduro sekaligus anggota parlemen Venezuela, Nicolas Maduro Guerra, juga terlibat dalam pawai akbar tersebut. Ia berpidato di hadapan para peserta soal penangkapan sang ayah dan sang ibu pada 3 Januari 2026 lalu.

Dalam pidatonya, Guerra mengatakan penangkapan Maduro dan Cilia Flores oleh pasukan Amerika Serikat merupakan tindakan bengis yang tidak bisa dilupakan. Sebab, tindakan tersebut sudah mencoreng nama baik Venezuela di kancah internasional.

“Peristiwa itu akan tetap terukir seperti bekas luka di wajah kami untuk selamanya. Tanah air kami dinodai oleh tentara asing,” tegas Guerra dilansir France 24.

2. Warga Venezuela merasa sedih Nicolas Maduro ditangkap Amerika Serikat

potret eks Presiden Venezuela, Nicolas Maduro (commons.wikimedia.org/Fabio Rodrigues Pozzebom)

Dalam pawai tersebut, warga Venezuela juga menceritakan perasaannya soal penangkapan Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat. Salah satu peserta pawai, Jose Perdomo, mengatakan dirinya tidak menyangka Maduro bisa ditangkap AS.

Saat mengetahui kabar penangkapan sang presiden dan istrinya, Perdomo mengaku bingung dan seketika merasa sedih. Sebab, baginya, sosok Maduro bukan hanya sekadar pemimpin negara, melainkan juga seorang figur yang telah lama ia kenal secara pribadi.

“Kami merasa bingung, sedih, marah. Ada banyak emosi. Cepat atau lambat, mereka (Amerika Serikat) harus membebaskan presiden kita,” kata Perdomo.

3. Nicolas Maduro dan Cilia Flores masih ditahan di Amerika Serikat

ilustrasi hukuman penjara (pexels.com/Ron Lach)

Saat ini, Nicolas Maduro dan Cilia Flores masih ditahan di Amerika Serikat. Keduanya bakal menghadapi persidangan soal kasus perdagangan narkoba internasional.  

Roda pemerintahan kini diambil alih oleh Delcy Rodriguez yang merupakan wakil Maduro. Rodriguez ditunjuk sebagai pemimpin sementara Venezuela pada 5 Januari 2026 lalu. Ia akan menjabat sampai pemilihan presiden baru digelar.

“Aku datang dengan perasaan sedih atas penculikan dua pahlawan yang disandera, yakni Presiden Nicolas Maduro dan Ibu Negara Cilia Flores. Aku bersumpah akan bekerja tanpa lelah untuk menjamin perdamaian, ketenangan spiritual, ekonomi, dan sosial rakyat kita,” kata Rodriguez pada hari pelantikannya dilansir Al Jazeera

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team