Rusia Sebut Nicolas Maduro Dikhianati Pihak Internal di Venezuela

- Pengkhianat di Venezuela bekerja sama dengan intelijen AS.
- Rusia akan melanjutkan hubungan baik dengan Venezuela.
- Rusia mengkhawatirkan kondisi di Kuba.
Jakarta, IDN Times - Anggota Parlemen Rusia, Serguei Melik-Bagdasarov mengungkapkan bahwa pihak di dalam Venezuela berkhianat kepada mantan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Duta Besar Rusia di Caracas tahu siapa nama di balik pengkhianatan ini.
“Agen penegak hukum di Venezuela tidak melakukan apa yang mereka bisa untuk mencegah dan menghalangi operasi penculikan Maduro pada 3 Januari lalu,” tuturnya, dikutip dari The Latin Times, Selasa (27/1/2026)
Selama ini, Venezuela merupakan salah satu sekutu terdekat Rusia di Amerika Latin. Venezuela sudah membeli sejumlah peralatan tempur dari Rusia dalam mencegah serangan Amerika Serikat (AS).
1. Pengkhianat di Venezuela bekerja sama dengan intelijen AS

Melik-Bagdasarov menyebut bahwa operasi ini dilakukan sebelum adanya penggerebekan. Ia menilai aksi itu hanya dapat dilakukan dengan adanya pengkhianatan dari dalam.
“Kami tahu siapa nama-nama pengkhianat yang melarikan diri dari Venezuela dan secara sistematis bekerja sama dengan intelijen AS untuk melancarkan operasi penangkapan Maduro,” terangnya.
Masih belum jelas siapa yang dimaksud oleh Rusia ini. Namun, Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez dan saudaranya Jorge Rodriguez yang menjabat sebagai presiden Parlemen Venezuela mengaku bersedia bekerja sama dengan AS jika Maduro pergi.
2. Rusia akan melanjutkan hubungan baik dengan Venezuela

Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan, Rusia akan melanjutkan hubungan baik dengan Venezuela. Ia menyebut, Rusia terus berkomunikasi dengan Venezuela setelah operasi militer AS untuk menangkap Maduro.
“Kami memiliki hubungan bilateral independen dan kami memiliki beberapa proyek yang akan kami lanjutkan dan kami memiliki investasi di Venezuela,” ungkap Peskov, dilansir EFE.
Di sisi lain, Venezuela juga masih memprioritaskan keberlanjutan hubungan baik dengan Rusia. Tidak ada perbedaan di bawah kepemimpinan Rodriguez dan akan melanjutkan pendirian pabrik senjata di Venezuela.
3. Rusia mengkhawatirkan kondisi di Kuba

Pada saat yang sama, Peskov mengaku khawatir dengan situasi di Kuba saat ini. Sebab, terdapat rencana AS untuk memblokade total negara Karibia tersebut yang akan memperburuk krisis energi.
Peskov menyebut, Moskow dan Havana memiliki hubungan bilateral yang baik. Rusia akan terus mendukung Kuba untuk menentukan nasibnya sendiri dan mempertahankan kepentingan dan kemerdekaannya tanpa tekanan dari AS.


















