Tokoh Oposisi Venezuela Pede Bisa Jadi Presiden Gantikan Maduro

- Maria Corina Machado pernah gagal mencalonkan diri jadi Presiden Venezuela.
- Kemenangan Nicolas Madura di pilpres Venezuela 2024 menimbulkan kontroversi.
- Pemilihan presiden baru Venezuela masih belum jelas.
Jakarta, IDN Times - Tokoh oposisi Venezuela sekaligus peraih Nobel Perdamaian 2025, Maria Corina Machado, yakin dirinya bisa jadi presiden untuk menggantikan Nicolas Maduro. Pernyataan itu ia sampaikan secara gamblang dalam acara “Face The Nation” yang digelar oleh CBS pada Jumat (30/1/2026).
"Aku akan menjadi presiden ketika waktunya tiba,” ujar Machado. Meski begitu, ia menegaskan bahwa rakyatlah yang bakal memutuskan siapa yang bakal menjadi Presiden Venezuela selanjutnya. Sebab, kata dia, presiden hanya bisa dilantik jika sudah dipilih oleh rakyat.
1. Maria Corina Machado pernah gagal mencalonkan diri jadi Presiden Venezuela

Maria Corina Machado sebetulnya pernah ingin mencalonkan diri menjadi Presiden Venezuela pada 2024. Namun, pencalonan itu urung terjadi karena dirinya diboikot oleh Nicolas Maduro.
Akhirnya, Machado mendukung seorang diplomat senior Venezuela, Edmundo Gonzalez Urrutia, sebagai calon presiden untuk melawan Maduro. Sayangnya, Edmundo gagal jadi presiden karena kalah jumlah suara dari Maduro.
"Maduro takut bersaing denganku. Dia berpikir Edmundo bukanlah ancaman karena tidak ada yang tahu siapa dia. Dalam waktu kurang dari 3 bulan, kami berhasil mendapatkan dukungan seluruh negeri untuknya karena ini adalah masalah kebebasan," ujar Machado.
2. Kemenangan Nicolas Madura di pilpres Venezuela 2024 menimbulkan kontroversi

Kemenangan Nicolas Maduro dalam pemilihan presiden Venezuela 2024 sebetulnya menimbulkan kontroversi. Sebab, Maduro diduga melakukan kecurangan sehingga bisa mendapatkan suara terbanyak. Apalagi, 85 persen warga Venezuela saat itu dilaporkan banyak yang tidak menggunakan hak pilihnya.
Oleh karena itu, hasil pilpres Venezuela yang dimenangkan Maduro tidak diakui oleh beberapa negara di dunia, termasuk Amerika Serikat. Sebab, AS menganggap Edmundo Gonzalez Urrutialah yang harusnya menang pemilu.
“Kita menyaksikan sebuah peristiwa yang mencoba menyamarkan dirinya sebagai pemilihan, tetapi gagal menipu negara atau dunia,” kata Edmundo merespons hasil pilpres Venezuela 2024 dilansir Al Jazeera.
3. Pemilihan presiden baru Venezuela masih belum jelas

Pemerintah Venezuela sebetulnya ingin melakukan pemilihan presiden. Namun, hingga saat ini, mereka belum mendapat kepastian kapan pilpres tersebut akan digelar. Sebab, situasi politik di sana masih belum terkendali usai Presiden Nicolas Maduro ditangkap Amerika Serikat karena diduga melakukan perdagangan narkoba internasional pada 3 Januari 2026 lalu.
Saat ini, Venezuela dipimpin oleh Delcy Rodriguez yang merupakan wakil Maduro saat ia masih menjabat. Rodriguez ditunjuk menjadi presiden Venezuela sementara pada 5 Januari 2026 atau beberapa hari setelah penangkapan Maduro. Ia bertugas untuk mengambil alih roda pemerintahan sampai presiden baru resmi dipilih.
“Aku datang dengan perasaan sedih atas penculikan dua pahlawan yang disandera, yakni Presiden Nicolas Maduro dan Ibu Negara Cilia Flores. Aku bersumpah akan bekerja tanpa lelah untuk menjamin perdamaian, ketenangan spiritual, ekonomi, dan sosial rakyat kita,” kata Rodriguez pada hari pelantikannya.

















