anggota DPR AS, Ro Khanna (Web Summit, CC BY 2.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/2.0>, via Wikimedia Commons)
Rombongan Khanna saat itu sedang meninjau sebuah desa Palestina yang hancur akibat serangan pemukim Israel. Tiba-tiba, kendaraan mereka dikepung oleh para pemukim yang membawa senapan serbu M4 buatan AS.
Pemukim tersebut memblokir jalan dan memanggil tentara militer Israel atau IDF. Namun, Khanna menyebut tentara IDF yang tiba justru memihak para pemukim alih-alih membantu rombongannya.
Anggota kongres ini merasa prihatin melihat sikap arogan para pemukim yang tertawa saat menahan mereka. Ia juga menyoroti sikap tentara IDF yang dinilai tidak menghargai kehadiran anggota parlemen AS di lokasi tersebut.
Rombongan ini baru bisa bebas setelah pihak mereka menghubungi Kedutaan Besar AS di Yerusalem. Polisi Israel akhirnya turun tangan untuk melepaskan Khanna dan stafnya dari blokade.
"Saya melihat arogansi di mata para pemukim itu, anak berusia 21 dan 22 tahun dengan senjata, tertawa karena mereka telah menahan kami. Arogansi para tentara muda IDF itu didanai oleh uang pajak saya," ujar Khanna, dilansir Al Jazeera pada Sabtu (11/7/2026).