Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Anggota Kongres AS Mengaku Ditahan Pemukim Bersenjata Israel
anggota DPR AS, Ro Khanna (Office of Congressman Ro Khanna, Public domain, via Wikimedia Commons)
  • Ro Khanna, anggota DPR AS, ditahan lebih dari satu jam oleh pemukim bersenjata Israel saat kunjungan ke Tepi Barat untuk meninjau kondisi warga Palestina.
  • Khanna menuduh tentara IDF berpihak pada pemukim, namun militer dan kepolisian Israel membantah terlibat serta menyebut rombongan memasuki zona militer tertutup.
  • Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya kritik Partai Demokrat terhadap dukungan AS untuk Israel, sementara Khanna mempertimbangkan maju sebagai calon presiden AS 2028.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat, Ro Khanna, mengaku telah ditahan oleh pemukim Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat. Insiden ini dialami oleh sang politikus saat melakukan kunjungan ke wilayah tersebut pada Rabu (8/7/2026).

Khanna yang merupakan politikus Partai Demokrat berkunjung untuk melihat langsung realitas warga Palestina di bawah pendudukan Israel. Ia bersama rombongannya ditahan selama lebih dari satu jam oleh sekelompok pemukim yang membawa senjata api.

1. Pasukan Israel disebut malah berpihak pada pemukim

anggota DPR AS, Ro Khanna (Web Summit, CC BY 2.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/2.0>, via Wikimedia Commons)

Rombongan Khanna saat itu sedang meninjau sebuah desa Palestina yang hancur akibat serangan pemukim Israel. Tiba-tiba, kendaraan mereka dikepung oleh para pemukim yang membawa senapan serbu M4 buatan AS.

Pemukim tersebut memblokir jalan dan memanggil tentara militer Israel atau IDF. Namun, Khanna menyebut tentara IDF yang tiba justru memihak para pemukim alih-alih membantu rombongannya.

Anggota kongres ini merasa prihatin melihat sikap arogan para pemukim yang tertawa saat menahan mereka. Ia juga menyoroti sikap tentara IDF yang dinilai tidak menghargai kehadiran anggota parlemen AS di lokasi tersebut.

Rombongan ini baru bisa bebas setelah pihak mereka menghubungi Kedutaan Besar AS di Yerusalem. Polisi Israel akhirnya turun tangan untuk melepaskan Khanna dan stafnya dari blokade.

"Saya melihat arogansi di mata para pemukim itu, anak berusia 21 dan 22 tahun dengan senjata, tertawa karena mereka telah menahan kami. Arogansi para tentara muda IDF itu didanai oleh uang pajak saya," ujar Khanna, dilansir Al Jazeera pada Sabtu (11/7/2026).

2. Militer Israel bantah terlibat pemblokiran

Tentara Israel di Tepi Barat. (wikimedia/IDF Spokesperson's Unit)

Militer Israel langsung membantah tuduhan Khanna terkait keterlibatan tentara mereka dalam insiden pemblokiran. Pihak militer mengklaim hanya menerima laporan tentang warga sipil yang memblokir kendaraan warga negara asing.

"Pasukan IDF segera dikirim ke tempat kejadian, dengan cepat membubarkan warga sipil Israel, dan membuka kembali jalan yang diblokir. Tentara IDF yang beroperasi di wilayah tersebut tidak ikut serta dalam memblokir jalan," kata militer Israel, dilansir PBS News.

Kepolisian Israel memberikan pernyataan serupa mengenai konfrontasi tersebut. Polisi menyebut rombongan Khanna memasuki zona militer tertutup yang dikendalikan oleh IDF.

Petugas kepolisian mengaku tidak melihat adanya tindakan kekerasan selama insiden berlangsung di lapangan. Pihaknya justru memberi peringatan kepada pimpinan tur rombongan AS agar tidak melanggar aturan zona tertutup lagi di masa depan.

3. Ro Khanna berencana mencalonkan diri sebagai presiden

ilustrasi bendera Amerika Serikat. (unsplash.com/Brandon Mowinkel)

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya perdebatan mengenai dukungan AS terhadap sekutunya yaitu Israel. Belakangan ini, beberapa politikus Partai Demokrat mendesak penghentian bantuan militer untuk negara tersebut.

Kritik terhadap Israel terus meningkat di kalangan pemilih Partai Demokrat sejak perang di Gaza meletus. Khanna sendiri menjadi salah satu kritikus paling vokal di Kongres AS terkait invasi Gaza dan pendudukan di Tepi Barat.

Kawasan Tepi Barat memang mengalami lonjakan pembangunan permukiman dan kekerasan terhadap warga Palestina. Mayoritas komunitas internasional menganggap permukiman Israel di wilayah tersebut berstatus ilegal.

Pengalaman Khanna di Tepi Barat disebut memperkuat niat politik pribadinya untuk pemilu mendatang. Ia mengaku sedang mempertimbangkan secara serius untuk maju dalam pemilihan presiden AS pada tahun 2028.

"Saya sangat mempertimbangkannya (pencalonan presiden). Dan saya lebih bertekad untuk mempertimbangkannya setelah perjalanan ini," tutur Khanna, dilansir The Guardian.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article