Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi bendera Haiti (pixabay.com/jorono)
ilustrasi bendera Haiti (pixabay.com/jorono)

Intinya sih...

  • Menlu AS Marco Rubio mendukung PM Fils-Aime dari upaya pelengseran oleh CPT, untuk melawan gang teroris dan menghalangi pemilihan umum di Haiti.

  • CPT enggan ikut perintah AS

  • Mayoritas anggota CPT memutuskan untuk melengserkan PM Haiti, tidak peduli dengan peringatan AS dan komunitas internasional.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat (AS) memperingatkan Dewan Transisi Presidensial Haiti (CPT) untuk tidak mengubah pemerintahan sementara di Haiti. Washington menolak rencana menggulingkan Perdana Menteri (PM) Haiti Alix Didier Fils-Aime. 

“Segala upaya untuk mengubah pemerintahan di Haiti akan merusak keamanan dan berisiko menguntungkan kelompok kriminal yang beroperasi di seluruh negeri di akhir mandat dari pemerintahan transisi,” tuturnya, dikutip dari The Haiti Times, Sabtu (24/1/2026).

Dalam beberapa tahun terakhir, Haiti dirundung masalah krisis keamanan akibat serangan geng kriminal. Alhasil, negara Karibia itu membutuhkan bantuan asing untuk mengembalikan keamanan di negaranya. 

1. Rubio dukung PM Fils-Aime dari upaya pelengseran

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio menyatakan dukungan penuh kepada PM Fils-Aime dari upaya pelengseran dari CPT. Menurutnya, upaya ini justru mendukung keberlanjutan krisis keamanan di Haiti. 

“Penting untuk PM Fils-Aime melanjutkan kepemimpinan di Haiti untuk melawan gang teroris. Kekerasan yang terjadi saat ini hanya dapat dihentikan dengan kepemimpinan yang kuat dan konsisten dengan dukungan penuh dari rakyat Haiti,” ungkapnya, dilansir Miami Herald.

Rubio juga menyebut, CPT akan dibubarkan pada 7 Februari nanti. Langkah ini untuk menghalangi adanya tokoh korup yang berusaha mengintervensi dan menghalangi pemilihan umum (pemilu) di Haiti. 

2. CPT enggan ikut perintah AS dan akan lengserkan PM Haiti

Mayoritas anggota CPT memutuskan untuk melengserkan File-Aime dari jabatannya sebagai PM Haiti. Mereka tidak mempedulikan peringatan dari AS dan komunitas internasional untuk tidak melengserkan perdana menteri. 

Presiden CPT, Edgard Leblanc Fils mengatakan, CPT sudah memutuskan untuk melengserkan Fils-Aime. Menurutnya, CPT akan menemukan pengganti PM Haiti dalam 30 hari ke depan. 

“Kami tahu keputusan yang sudah dibuat dan ini sesuai dengan kepentingan negara. Seluruh rekan kami di komunitas internasional harus tahu dan menghormati keputusan kami,” ungkap Leblanc, dilansir The Latin Times.

3. CPT diliputi perpecahan internal

Perpecahan internal CPT sudah terlihat dalam beberapa bulan terakhir yang menimbulkan instabilitas. Sebab, sudah ada beberapa kali upaya pelengseran PM Haiti dalam yang berhasil digagalkan. 

Sejumlah anggota CPT sudah memperingatkan bahwa upaya melengserkan PM Haiti akan membawa negaranya pada krisis yang lebih dalam. Lengsernya PM Haiti akan melanjutkan krisis keamanan dan kurangnya progres mengarah pada penyelenggaran pemilu. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team