Jakarta, IDN Times - Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS) dan negara Arab pada Kamis (5/3/2026), berencana membeli sistem pengadang drone buatan Ukraina. Sebab, sistem pengadang drone Ukraina disebut lebih murah dan efektif melawan drone Shahed.
Sebelumnya, Ukraina mengaku bersedia untuk mengirimkan pakarnya dalam mencegah serangan drone Iran. Kiev mengaku memiliki banyak pengalaman dalam mengadang serangan drone Shahed yang diluncurkan Rusia.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy sudah menyatakan dukungan kepada AS untuk menyerang Iran. Menurutnya, Iran sudah terlibat dalam melancarkan teror di Ukraina karena ikut menyuplai persenjataan ke Rusia.
