Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
AS dan Negara Arab Mau Beli Sistem Pengadang Drone Ukraina
ilustrasi drone (unsplash.com/jeisblack)
  • Amerika Serikat dan sejumlah negara Arab berencana membeli sistem pengadang drone buatan Ukraina karena dinilai lebih murah dan efektif melawan drone Shahed asal Iran.
  • Presiden Volodymyr Zelenskyy menawarkan kerja sama kepada negara-negara Teluk, termasuk pengiriman pakar dan teknologi untuk menghadapi ancaman serangan drone di kawasan Timur Tengah.
  • Ukraina berhasil mengembangkan beberapa sistem anti-drone seperti Merops dan Sting dengan kecepatan tinggi, yang sudah digunakan di medan perang melawan serangan Rusia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS) dan negara Arab pada Kamis (5/3/2026), berencana membeli sistem pengadang drone buatan Ukraina. Sebab, sistem pengadang drone Ukraina disebut lebih murah dan efektif melawan drone Shahed. 

Sebelumnya, Ukraina mengaku bersedia untuk mengirimkan pakarnya dalam mencegah serangan drone Iran. Kiev mengaku memiliki banyak pengalaman dalam mengadang serangan drone Shahed yang diluncurkan Rusia. 

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy sudah menyatakan dukungan kepada AS untuk menyerang Iran. Menurutnya, Iran sudah terlibat dalam melancarkan teror di Ukraina karena ikut menyuplai persenjataan ke Rusia. 

1. Ukraina mampu produksi sistem pengadang drone murah

Pejabat Ukraina mengaku bahwa negosiasi dengan Pentagon cukup sensitif. Namun, Kiev menyebut, kepentingan dunia internasional akan sistem pengadang drone semakin tinggi imbas konflik di Timur Tengah. 

“Sistem pengadang drone buatan Ukraina sudah terbukti dapat menembak jatuh drone Shahed dengan biaya yang jauh lebih murah dari drone tersebut,” tuturnya, dikutip dari Kyiv Post.

Sebagai informasi, Ukraina berhasil menciptakan solusi murah untuk mengadang drone Rusia. Kiev mampu memproduksi secara massal sistem pengadang drone dengan biaya hanya beberapa ribu dolar. 

2. Zelenskyy tawarkan sistem pengadang drone ke negara-negara Arab

Pada saat yang sama, Zelenskyy mengatakan Ukraina bersedia memberikan senjata pengadang drone kepada negara-negara Teluk. Ia pun terbuka untuk membagikan ilmu dan mengirimkan pakar. 

“Kami menerima sinyal dari rekan di Timur Tengah. Terdapat serangan drone Shahed Iran di Timur Tengah ke negara-negara Teluk. Mereka pun mencari pakar dan kami terbuka jika mereka mengirimkan perwakilan dan kami menyediakan pakarnya,” ujarnya, dilansir Aero Time. 

3. Ukraina berhasil ciptakan beberapa sistem pengadang drone Shahed

Di tengah situasi sulit di negaranya imbas gempuran Rusia, Ukraina justru berhasil menemukan cara untuk mengadang serangan drone Rusia dengan biaya murah. Negara Eropa Timur itu berhasil menciptakan sistem pengadang drone yang memiliki kecepatan 250 km per jam. 

Beberapa sistem anti-drone Ukraina tersebut sudah diterjunkan ke medan perang untuk mencegah serangan Rusia. Kedua senjata anti-drone tersebut, meliputi Merops dan Sting. Sedangkan perusahaan Ukraina, General Cherry juga akan memproduksi sistem pengadang drone berkecepatan tinggi untuk memburu drone Shahed. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team