Arab Saudi dan Qatar Disebut Tangkap Agen Mossad Israel yang Rencanakan Bom

- Tucker Carlson mengklaim Arab Saudi dan Qatar menangkap agen Mossad Israel yang diduga merencanakan pengeboman di wilayah Teluk, tanpa menyebutkan sumber pasti atas tudingan tersebut.
- Klaim itu muncul di tengah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei serta ratusan warga sipil.
- Iran membalas dengan menyerang pangkalan militer AS, menutup jalur perdagangan minyak, dan meluncurkan ratusan drone serta rudal ke lebih dari 500 target musuh.
Jakarta, IDN Times - Komentator politik Amerika Serikat, Tucker Carlson, mengklaim Arab Saudi dan Qatar menangkap serta menahan agen Mossad Israel yang merencanakan pengeboman di negara-negara tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Carlson dalam acaranya pada Senin waktu setempat. Ia mempertanyakan motif dugaan aksi tersebut di tengah ketegangan kawasan, seperti dikutip dari Middle East Eye, Selasa (3/3/2026).
“Mengapa orang Israel melakukan pengeboman di negara-negara Teluk, yang juga sedang diserang Iran?” kata Carlson. “Bukankah mereka berada di pihak yang sama?" ujarnya Selasa.
1. Israel disebut sengaja tebar kekacauan

Dia menambahkan, Israel ingin menyakiti Iran, juga Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), Arab Saudi, Bahrain, Oman, dan Kuwait.
Carlson juga menuduh Israel dengan sengaja menebar kekacauan di antara sekutu Arab - Amerika Serikat.
2. Muncul di tengah serangan AS-Israel ke Iran

Namun, Carlson tidak menyebutkan sumber atas klaim tersebut. Middle East Eye melaporkan, tidak dapat memverifikasi secara independen tudingan itu.
Pernyataan terbaru Carlson muncul di tengah serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Kedua negara melancarkan serangan gabungan yang dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei, sejumlah pejabat senior, serta ratusan warga sipil pada Sabtu.
3. Serangan awal tewaskan 150 siswi

Sekitar 150 siswi dilaporkan tewas dalam serangan terhadap sebuah sekolah di Iran selatan pada fase awal serangan. Iran membalas dengan menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan serta menutup jalur perdagangan minyak.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan, telah menargetkan lebih dari 500 lokasi milik AS dan Israel menggunakan 700 drone dan ratusan rudal.

















