Konflik Timur Tengah, 300 Jemaah Umrah RI Masih Terjebak di Arab

Pemerintah Indonesia memastikan keselamatan 33 ribu jemaah umrah di Arab Saudi dengan melakukan pemantauan intensif dan koordinasi bersama otoritas setempat di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.
Sekitar 300 jamaah umrah mengalami kendala kepulangan, namun pemerintah Arab Saudi memberikan perpanjangan visa gratis agar status legalitas mereka tetap aman hingga bisa kembali ke Indonesia.
Belum ada gangguan langsung terhadap pelaksanaan ibadah haji, dua bandara utama masih beroperasi normal meski seluruh pihak tetap siaga menghadapi potensi dampak konflik Timur Tengah.
Jakarta, IDN Times – Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menegaskan komitmennya dalam menjamin keselamatan dan keamanan jemaah haji dan umrah Indonesia, di tengah eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Deputi Bidang Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kemenko PMK, Warsito, mengatakan saat ini terdapat snekitar 33 ribu jemaah umrah Indonesia yang berada di Arab Saudi.
"Seiring dinamika keamanan kawasan, sejumlah jemaah dilaporkan mengalami kendala keberangkatan maupun kepulangan. Pemerintah melakukan monitoring intensif dan koordinasi dengan otoritas Arab Saudi serta maskapai penerbangan, guna memastikan jalur aman dan pengaturan transportasi yang optimal," ucapnya dalam keterangan, Kamis (5/3/2025).
1. Terdapat sekitar 33 ribu jemaah umrah Indonesia yang berada di Arab Saudi

Saat ini, memasuki bulan suci Ramadan, terdapat sekitar 33 ribu jemaah umrah Indonesia yang berada di Arab Saudi. Seiring dinamika keamanan kawasan, sejumlah jemaah dilaporkan mengalami kendala keberangkatan maupun kepulangan.
"Pemerintah melakukan monitoring intensif dan koordinasi dengan otoritas Arab Saudi serta maskapai penerbangan, guna memastikan jalur aman dan pengaturan transportasi yang optimal," ujarnya.
2. Sebanyak 300 jemaah umrah Indonesia tercatat mengalami kendala kepulangan

Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Abdul Aziz Ahmad, melaporkan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Riyadh telah melakukan koordinasi dengan Kantor Urusan Haji (KUH) di Jeddah, guna memperoleh informasi terkini terkait penyelenggaraan ibadah haji tahun berjalan.
Berdasarkan data Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Jeddah, sekitar 300 jemaah umrah Indonesia tercatat mengalami kendala kepulangan. Data tersebut diperoleh melalui laporan hotline, dan pemantauan langsung petugas di Bandara Jeddah, Terminal Haji Jeddah, serta Bandara Madinah.
“Pemerintah Arab Saudi telah memberikan kebijakan perpanjangan visa secara gratis bagi jemaah yang terdampak, sehingga status legalitas mereka tetap aman hingga proses kepulangan ke Indonesia,” jelas Aziz.
3. Belum terdapat indikasi gangguan langsung terhadap penyelenggaraan ibadah haji

Sementara itu, Direktorat Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah telah merespons perkembangan situasi sejak 28 Februari 2026 dengan menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang tidak terverifikasi di media sosial.
Hingga saat ini, belum terdapat indikasi gangguan langsung terhadap penyelenggaraan ibadah haji.
"Dua bandara utama di Arab Saudi, yakni Jeddah dan Madinah, masih beroperasi. Meski demikian, seluruh pihak tetap dalam status mitigasi dan kewaspadaan, termasuk memastikan keamanan rute penerbangan yang transit di kawasan Timur Tengah," ujarnya.















