Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ada Konflik di Timur Tengah, RI Ekspor Beras Perdana ke Arab Saudi

Ada Konflik di Timur Tengah, RI Ekspor Beras Perdana ke Arab Saudi
Indonesia ekspor beras merek Befood Nusantara produksi Perum Bulog ke Arab Saudi. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
Intinya Sih
  • Indonesia resmi mengekspor beras perdana ke Arab Saudi sebanyak 2.280 ton di tengah konflik Timur Tengah, dengan tujuan memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah Haji Indonesia.
  • Ekspor dilakukan oleh Perum Bulog melalui mekanisme business to business, menggunakan tiga kapal laut dan menunggu asesmen dari BAIS TNI, BIN, serta Kementerian Luar Negeri.
  • Beras super premium senilai Rp38 miliar ini disubsidi untuk tahap awal, dengan rencana ekspor komersial selanjutnya bagi jemaah Umrah dan WNI yang tinggal di Arab Saudi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Di tengah konflik yang terjadi di Timur Tengah, yang dipicu oleh serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran, Indonesia justru melakukan ekspor beras pertama kalinya ke Arab Saudi, Rabu (4/3/2026). Ekspor beras dilakukan dengan mekanisme business to business (b to b) antara Perum Bulog dengan dua importir asal Arab Saudi.

Untuk ekspor perdana ini, Indonesia mengirim 2.280 ton beras untuk kebutuhan konsumsi jemaah haji Indonesia, dengan merek Befood Nusantara.

“Ini adalah ekspor perdana ke Saudi Arabia. Ini adalah momentum yang baik karena produksi kita, stok kita hari ini 3,7 juta ton. Dan di bulan Maret, dan itu terbesar sepanjang sejarah stok kita,” kata Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman dalam konferensi pers di Gudang Bulog Kanwil DKI Jakarta & Banten, Jakarta.

1. Tunggu asesmen BAIS TNI hingga BIN

IMG_4169.jpeg
Indonesia ekspor beras merek Befood Nusantara produksi Perum Bulog ke Arab Saudi. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, pengiriman beras tersebut dilakukan dengan menggunakan tiga kapal laut, yakni MV Hyundai Unity, MV Wan Hai 351, dan MV Kota Sejati, yang akan berangkat pada 7 Maret 2026. Untuk proses pengiriman itu, pihaknya meminta asesmen dari Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, Badan Intelijen Negara (BIN), dan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

“Kita menunggu informasi lebih lanjut dari asesmen tiga institusi tersebut,” ujar Rizal.

Meski begitu, Perum Bulog memperkirakan proses pengiriman beras untuk jemaah haji itu akan berjalan lancar.

“Insyaallah mudah-mudahan ini bisa berjalan dengan lancar. Walaupun kondisi di Jazirah Arab sedang ada konflik, mudah-mudahan tidak ada masalah,” tutur Rizal.

2. Bulog kirim beras super premium

IMG_9440.jpeg
Indonesia ekspor beras merek Befood Nusantara produksi Perum Bulog ke Arab Saudi. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Rizal mengatakan, untuk beras yang diekspor memiliki kualitas yang melampaui premium, karena kadar beras pecah hanya 5 persen, dan kadar air di bawah 14 persen.

“Nah selama ini kan kalau beras premium di Indonesia Adalah pecahannya 15 persen, ini pecahannya 5 persen. Dan ini kalau menurut kami beras yang terbaik, yang selama ini kita buat oleh Bulog,” ucap Rizal.

Lebih rinci, dalam ekspor ini Bulog mengirim beras sebanyak 57 ribu karung, yang setiap karung memiliki volume 40 kilogram (kg). Dalam pengolahannya, Bulog menggunakan fasilitas penggilingan dari PT Padi Indonesia Maju (PIM) yang merupakan anak usaha Wilmar Group.

3. Nilai ekspor capai 38 miliar

IMG_9450.jpeg
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Rizal mengatakan, nilai beras yang diekspor mencapai Rp38 miliar. Pada ekspor ini, Bulog masih menggunakan subsidi agar harga yang ditawarkan terjangkau.

Namun, Bulog akan melakukan ekspor beras ke Arab Saudi dengan mekanisme komersial, atau tanpa subsidi. Targetnya ialah memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah Umrah Indonesia dan Warga Negara Indonesia (WNI) yang menetap atau tinggal di Arab Saudi (Mukimin).

“Kita istilahnya kalau jualan kita jual promo nih sekarang. Harapannya nanti adalah untungnya nanti di komersial pada saat kita kirim untuk jemaah Umrah dan Mukimin yang ada di Saudi Arabia. Karena potensinya di sana lebih kurang hampir 2 juta orang yang setiap tahunnya melaksanakan Umrah dan Mukimin,” tutur Rizal.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dheri Agriesta
EditorDheri Agriesta
Follow Us

Latest in Business

See More