Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
AS Disebut Naikkan Status Ancaman Spionase Israel, Ada Apa?
potret bendera Amerika Serikat (pexels.com/Drew Anderson)
  • Pemerintah AS disebut menaikkan status ancaman spionase Israel ke level kritis, dipicu ketegangan akibat serangan Israel ke Lebanon dan perbedaan pandangan antara Trump serta Netanyahu.
  • Kedutaan Besar Israel di Washington D.C. membantah laporan NBC News, menegaskan bahwa Israel tidak pernah melakukan spionase terhadap AS maupun pejabat pemerintahnya.
  • Pentagon menolak berkomentar terkait laporan tersebut, sementara pejabat Gedung Putih menyebut berita peningkatan status ancaman spionase itu palsu dan berasal dari sumber yang tidak kredibel.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Amerika Serikat menaikkan status ancaman spionase Israel ke level “Kritis”. Menurut laporan NBC News yang mengutip keterangan seorang pejabat AS pada Sabtu (6/6/2026), keputusan tersebut dilakukan oleh Kementerian Pertahanan AS (Pentagon). Itu merupakan level ancaman spionase tertinggi Israel dalam sejarah AS.

NBC News menambahkan, kenaikan status ancaman spionase Israel terhadap AS ini dipicu ketegangan kedua negara imbas serangan ke Lebanon. Sebab, belakangan ini, hubungan AS dan Israel makin renggang karena Donald Trump dan Benjamin Netanyahu berbeda pendapat soal serangan ke Lebanon. 

1. Trump membentak Netanyahu di telepon soal serangan ke Lebanon

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang melakukan panggilan telepon di pesawat kepresidenan Air Force One. (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)

Pada Senin (1/6/2026) lalu, Trump sempat membentak Netanyahu saat keduanya sedang dalam percakapan telepon. Dalam kesempatan tersebut, Trump memprotes Netanyahu karena telah memerintahkan pasukan militer Israel (IDF) untuk terus menyerang Lebanon meski sudah ada gencatan senjata. 

Berdasarkan laporan Axios yang dikutip The Hill, saking kesalnya, Trump sampai melontarkan kata-kata kasar ke Netanyahu. Trump menyebut Netanyahu gila seraya bertanya apa tujuan Israel terus melakukan serangan ke Lebanon selatan di tengah gencatan senjata yang sedang berlangsung. Sejak saat itulah hubungan AS dan Israel dikabarkan mulai renggang.

2. Israel membantah laporan NBC News

potret bendera Israel (pexels.com/Oren Noam Gilor)

Namun, laporan NBC News tadi dibantah oleh Israel. Kedutaan Besar (Kedubes) Israel di Washington DC. menegaskan berita yang disampaikan NBC News soal peningkatan status ancaman spionase Israel oleh AS benar-benar keliru. Sebab, Israel tidak pernah melakukan spionase terhadap AS, begitu pula sebaliknya. 

"Israel tidak mengumpulkan informasi intelijen tentang entitas Amerika (Serikat). Apalagi, pejabat pemerintah AS. Upaya pengumpulan intelijen Israel ditujukan kepada musuh-musuhnya, bukan sekutunya. Klaim apa pun yang bertentangan dengan hal ini adalah salah informasi atau bermotivasi politik,” bunyi keterangan resmi Kedubes Israel di AS, seperti dilansir Jerusalem Post.  

3. Pentagon enggan berkomentar

potert kantor Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) (flickr.com/David B. Gleason via commons.wikimedia.org/David B. Gleason)

Sejumlah media sudah berupaya meminta keterangan Pentagon soal laporan NBC News. Namun, garda pertahanan terdepan AS itu menolak berkomentar. Kendati demikian, seorang pejabat Gedung Putih membenarkan bahwa laporan NBC News soal peningkatan status ancaman spionase Israel oleh AS tidak benar.

“Berita itu palsu dan bersumber dari seseorang yang tidak memiliki pengetahuan tentang apa yang sedang terjadi," kata pejabat AS di Gedung Putih yang tidak disebut namanya. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article