Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
AS Kembali Gempur Iran untuk Hari Kedua Berturut-turut
Kapal AS di Selat Hormuz. (Specialist Noah Martin, Public domain, via Wikimedia Commons)
  • Amerika Serikat melancarkan serangan militer besar ke Iran untuk hari kedua, menghantam 90 target termasuk sistem pertahanan udara dan fasilitas logistik di sepanjang pesisir Teluk.
  • Iran membalas dengan menembakkan rudal ke pangkalan militer AS di Kuwait, Bahrain, dan Yordania, menargetkan infrastruktur penting seperti sistem rudal Patriot dan depot bahan bakar.
  • Presiden Donald Trump memperingatkan kemungkinan perang terbuka, mengancam balasan 20 kali lipat serta blokade laut dan serangan terhadap fasilitas vital Iran jika Teheran kembali menyerang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan gelombang serangan militer terhadap Iran untuk hari kedua berturut-turut pada Rabu (8/7/2026). Operasi tersebut memperbesar risiko pecahnya kembali perang skala penuh hanya sehari setelah kedua negara saling menyerang.

Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) mengatakan pihaknya telah menyelesaikan gelombang tambahan serangan terhadap Iran. Sebanyak 90 target militer dihantam, termasuk sistem pertahanan udara, aset pengawasan pesisir, fasilitas penyimpanan rudal dan drone, kemampuan angkatan laut, serta infrastruktur logistik militer di sepanjang pesisir negara Teluk tersebut.

Dilansir Al Jazeera, CENTCOM mengatakan serangan tersebut bertujuan melemahkan kemampuan Teheran untuk mengancam kebebasan pelayaran di Selat Hormuz. Presiden AS, Donald Trump, menyebut operasi tersebut sebagai balasan atas serangan Iran terhadap kapal-kapal dagang sehari sebelumnya.

1. Serangan AS menghantam sejumlah kota di Iran

Gelombang serangan terbaru AS telah menghantam sejumlah kota di timur Iran, termasuk Iranshahr, Bandar Abbas, Konarak, Chabahar, Bushehr, serta Aq Qala di bagian timur laut negara tersebut. Kementerian Kesehatan Teheran melaporkan sedikitnya 14 orang tewas dan 78 lainnya terluka akibat serangan selama dua hari terakhir.

Serangan Washington juga dilaporkan menghantam sebuah jembatan rel di timur laut Iran sehingga layanan kereta api rute Teheran–Mashhad sempat dihentikan. Selain itu, kantor berita Iran, IRNA, melaporkan sebuah pangkalan militer di Provinsi Bushehr, lokasi satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir sipil Teheran, turut menjadi sasaran, mengutip laporan Al Jazeera.

Di Provinsi Khuzestan, sedikitnya tiga orang dilaporkan tewas dalam serangan di pinggiran Kota Ahvaz. Selain itu, seorang petugas pemadam kebakaran juga tewas setelah sebuah fasilitas bandara di Iranshahr menjadi sasaran serangan.

2. Iran balas serangan ke sejumlah pangkalan militer AS di Timur Tengah

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengatakan pihaknya telah melancarkan serangan terhadap infrastruktur dan fasilitas penting di masing-masing dua pangkalan militer AS di Kuwait dan Bahrain. Kementerian Pertahanan Kuwait melaporkan sedikitnya satu orang terluka akibat serangan tersebut.

Teheran juga menembakkan 10 rudal balistik ke pangkalan militer Azraq di Yordania. Namun, angkatan bersenjata Yordania mengatakan berhasil mencegat delapan rudal di wilayah udaranya sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan material.

Militer Iran mengatakan serangannya menargetkan sistem rudal Patriot di Kuwait, antena satelit di Qatar, serta depot bahan bakar militer AS di Bahrain. IRGC memperingatkan bahwa seluruh pangkalan militer AS di kawasan tersebut akan kembali menjadi sasaran apabila Negeri Paman Sam mengulangi serangannya.

3. Trump kembali keluarkan ancam ke Iran

Trump mengatakan dirinya tidak menutup kemungkinan konflik akan kembali berkembang menjadi perang terbuka. Meski sebelumnya sempat menyatakan perang kemungkinan tidak akan kembali terjadi, Trump menegaskan Washington siap memberikan respons yang jauh lebih besar apabila Iran kembali menyerang.

"Kami menghantam mereka dengan sangat keras. Saya katakan perbandingannya 20 banding 1. Setiap kali mereka menyerang kami, kami akan membalas 20 kali lipat," ujar Trump.

Dilansir The Japan Times, Trump juga mengancam akan kembali memberlakukan blokade laut terhadap Teheran, serta menargetkan fasilitas listrik dan air negara Teluk tersebut. Selain itu, pemimpin negara adidaya itu juga menyebut pasukannya mungkin akan mengambil alih Pulau Kharg, terminal ekspor minyak utama Iran.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article