Jakarta, IDN Times – Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan gelombang serangan militer terhadap Iran untuk hari kedua berturut-turut pada Rabu (8/7/2026). Operasi tersebut memperbesar risiko pecahnya kembali perang skala penuh hanya sehari setelah kedua negara saling menyerang.
Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) mengatakan pihaknya telah menyelesaikan gelombang tambahan serangan terhadap Iran. Sebanyak 90 target militer dihantam, termasuk sistem pertahanan udara, aset pengawasan pesisir, fasilitas penyimpanan rudal dan drone, kemampuan angkatan laut, serta infrastruktur logistik militer di sepanjang pesisir negara Teluk tersebut.
Dilansir Al Jazeera, CENTCOM mengatakan serangan tersebut bertujuan melemahkan kemampuan Teheran untuk mengancam kebebasan pelayaran di Selat Hormuz. Presiden AS, Donald Trump, menyebut operasi tersebut sebagai balasan atas serangan Iran terhadap kapal-kapal dagang sehari sebelumnya.
