Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
AS Mulai Basmi Ranjau Laut Iran di Selat Hormuz
ilustrasi kapal perang angkatan laut (unsplash.com/Asael Pena)
  • Amerika Serikat mengerahkan kapal USS Frank E. Peterson dan USS Michael Murphy untuk membasmi ranjau laut Iran di Selat Hormuz demi membuka jalur pelayaran aman.
  • Operasi pembersihan ranjau juga melibatkan drone bawah laut setelah perintah Presiden Donald Trump guna memastikan keamanan kapal yang melintas di kawasan strategis tersebut.
  • Iran diketahui memiliki lebih dari 5.000 stok ranjau laut berbagai jenis, menjadikannya senjata murah namun berbahaya dalam menjaga wilayah Selat Hormuz.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat dikabarkan mulai membasmi ranjau-ranjau laut yang dipasang Iran di sekitar Selat Hormuz. Kabar tersebut disampaikan oleh Pusat Komando Militer AS (CENTCOM) pada Sabtu (11/4/2026).  

Dalam pernyataannya, CENTCOM menjelaskan, dua kapal perang milik angkatan laut AS, yakni kapal USS Frank E. Peterson dan USS Michael Murphy, sudah diterjunkan ke Selat Hormuz untuk membasmi semua ranjau yang dipasang Korps Garda Revolusi Iran (IRGC). Dua kapal tersebut dikabarkan punya kemampuan untuk menghancurkan rudal dan ranjau laut.

“Hari ini, kami memulai proses untuk membangun jalur pelayaran baru dan kami akan segera membagikan jalur aman ini kepada industri maritim untuk mendorong arus perdagangan yang bebas,” jelas Kepala CENTCOM, Laksamana Brad Cooper, seperti dilansir Times of Israel.

1. Drone bawah laut juga dikerahkan untuk membasmi ranjau laut Iran

ilustrasi suasana bawah laut (unsplash.com/Cristian Palmer)

Selain kapal perang, Cooper menambahkan, operasi pembasmian ranjau Iran di Selat Hormuz juga dibantu oleh drone bawah laut. Semua drone tersebut sudah diturunkan ke laut untuk mendeteksi dan melumpuhkan ranjau yang dipasang oleh IRGC di sekitar selat tersebut. 

“Pesawat nirawak bawah laut akan bergabung dalam upaya pembersihan (ranjau Iran di Selat Hormuz) dalam beberapa hari mendatang," tambah Cooper.

Operasi ini dilakukan tidak lama usai Presiden AS, Donald Trump, meminta pasukannya untuk menghancurkan seluruh ranjau Iran yang ada di Selat Hormuz. Ia mengatakan upaya ini dilakukan untuk mengamankan semua kapal yang ingin melintas di sana. 

2. Iran memasang ranjau laut sebagai upaya mengamankan Selat Hormuz

potret Selat Hormuz (commons.wikimedia.org/Goran_tek-en)

Iran sendiri memasang banyak ranjau laut sebagai upaya mengamankan Selat Hormuz. Langkah ini sudah dilakukan sejak mereka mulai menutup selat tersebut pada awal Maret 2026 lalu sebagai balasan atas serangan AS dan Israel.

Menurut Trump, IRGC memasang sekitar 28 ranjau laut di Selat Hormuz. Namun, IRGC kini tidak bisa menemukan di mana ranjau-ranjau tersebut berada. Sebab, Trump menduga IRGC menyebar ranjau tersebut sembarangan. 

Untuk menghindari bahaya ranjau, Iran sudah menyiapkan jalur alternatif bagi kapal-kapal yang ingin berlayar di Selat Hormuz. Jalur tersebut masih berada di sekitar Selat Hormuz, tetapi diklaim lebih aman dari ancaman ranjau. 

3. Iran punya banyak cadangan ranjau laut

potret ranjau laut (commons.wikimedia.org/The wub)

Sebagai informasi, Iran disebut punya banyak cadangan ranjau laut. Menurut agen intelijen AS, Iran diprediksi punya lebih dari 5.000 stok ranjau laut. Hal ini karena ranjau laut adalah salah satu jenis senjata yang murah untuk diproduksi. 

Ada sekitar empat jenis ranjau laut yang dimiliki oleh Iran, yakni Limpet Mine, Moored Mine, Drifting Mine, dan Seabed Mine. Keempat ranjau tersebut punya fungsi dan ciri khasnya masing-masing. 

Limpet Mine merupakan ranjau laut yang bisa menempel kapal. Jika meledak, ranjau ini bisa merusak badan kapal dan membuatnya tenggelam. Moored Mine merupakan jenis ranjau yang terpasang di permukaan laut. Namun, ranjau ini terhubung dengan sebuah jangkar yang terpasang di dasar laut. 

Lebih lanjut, Drifting Mine merupakan ranjau yang dipasang mengambang di permukaan laut. Ranjau ini bisa terlihat oleh langsung mata kepala. Sementara itu, Seabed Mine merupakan ranjau yang dipasang di dasar laut. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team