Orang Terkaya Afrika Sebut Blokade Selat Hormuz Ancam Pertanian Afrika

- Aliko Dangote memperingatkan bahwa blokade Selat Hormuz bisa mengguncang sektor penerbangan dan pertanian Afrika akibat lonjakan harga minyak yang tak terhindarkan.
- Dangote menyoroti kenaikan tajam harga pupuk yang mengancam musim tanam dan menyerukan intervensi pemerintah untuk menjaga stabilitas produksi pertanian.
- Melalui ekspansi kilang minyak hingga 1,4 juta barel per hari pada 2030, Dangote berhasil kurangi ketergantungan impor BBM Nigeria dan mulai mengekspor bensin ke luar negeri.
Jakarta, IDN Times - Orang terkaya di Afrika, Aliko Dangote memperingatkan bahwa blokade Selat Hormuz akan mengganggu sektor penerbangan dan pertanian di Afrika. Sebab, kenaikan harga minyak tidak dapat dihindarkan.
“Mayoritas dari maskapai penerbangan di Benua Afrika tidak akan bertahan imbas kenaikan harga minyak. Harga harian yang mencapai 10 dolar AS per barel (Rp171,400) sangat tidak diprediksi,” tuturnya, dikutip dari Business Insider Africa, Sabtu (18/4/2026).
Beberapa bulan terakhir, sudah terjadi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Afrika. Bahkan sejumlah negara di Afrika sudah menetapkan darurat energi imbas kelangkaan BBM.
1. Dangote peringatkan bahaya krisis pertanian

Selain di sektor penerbangan, Dangote menambahkan bahwa krisis juga akan terjadi di sektor pertanian. Sebab, terdapat kenaikan harga pupuk yang signifikan dan berdampak besar pada produksi pertanian.
“Harga pupuk naik dua kali lipat dalam beberapa bulan dan merembet sekitar 400 dolar AS (Rp6,8 juta) hingga 850 dolar AS (Rp14,5 juta) per ton. Kenaikan harga ini juga mengancam musim tanam kecuali pemerintah mengintervensi,” terangnya.
Menurutnya, kenaikan harga BBM dan pupuk ini akan sangat berisiko bagi Afrika. Saat ini, ekonomi Afrika sedang menghadapi tekanan besar pada rantai pasokan.
2. Dangote berniat ekspansi kapasitas kilang minyak pada 2030

Dangote mengatakan sedang membangun momentum lewat proyek ambisius pada 2030. Dengan ini, ia berniat untuk mengekspansi kapasitas pengolahan minyak, produksi pupuk, dan sektor industri lainnya.
Sesuai rencananya, Dangote akan meningkatkan kapasitas kilang minyak dari 650 ribu barel menjadi 1,4 juta barel per hari. Ekspansi ini disebut akan menjadikannya sebagai salah satu kilang minyak terbesar di dunia.
3. Dangote berhasil lepaskan ketergantungan impor BBM Nigeria

Ekspansi produksi kilang minyak Dangote telah melepaskan ketergantungan impor BBM Nigeria. Pada Maret 2026, kilang minyak tersebut telah mengekspor sekitar 434 juta liter bensin dari seluruh produksi sebesar 1,49 miliar liter bensin.
Kilang minyak tersebut mampu memproduksi bensin dengan rata-rata 48,2 juta bensin per hari. Sementara, hanya 34,2 juta liter dikirim untuk memenuhi kebutuhan BBM dalam negeri.



















