Selat Hormuz Dibuka, Pertamina International Shipping Kirim 2 Kapal

- Pertamina International Shipping (PIS) menyiapkan dua kapal tanker, Pertamina Pride dan Gamsunoro, untuk kembali beroperasi melintasi Selat Hormuz setelah jalur strategis itu dibuka oleh Iran.
- PIS melakukan pemantauan intensif, menyusun rute pelayaran, serta berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, otoritas setempat, dan pihak asuransi demi memastikan keamanan kapal dan awaknya.
- Iran resmi membuka kembali Selat Hormuz bagi kapal komersial selama masa gencatan senjata, setelah sebelumnya menutup jalur tersebut akibat ketegangan militer dengan Amerika Serikat dan Israel.
Jakarta, IDN Times - PT Pertamina International Shipping (PIS) bersiap mengoperasikan dua kapalnya untuk melintasi Selat Hormuz menyusul dibukanya kembali jalur pelayaran strategis tersebut oleh Iran. Pembukaan jalur ini dinilai penting karena Selat Hormuz merupakan salah satu rute perdagangan minyak utama dunia.
Dua kapal tanker PIS yang saat ini masih tertahan di Teluk Persia adalah VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro. Kedua kapal tersebut memegang peranan penting dalam menjaga pasokan energi nasional dan distribusi kargo pihak ketiga di wilayah strategis ini.
1. PIS lakukan sederet strategi

Pjs Corporate Secretary Pertamina International Shipping, Vega Pita, mengatakan, perusahaan saat ini melakukan pemantauan intensif dan menyiapkan perencanaan pelayaran (passage plan) untuk memastikan keamanan perjalanan kedua kapal.
"Strategi yang disiapkan mencakup penyusunan rute, identifikasi risiko, navigasi elektronik, serta penyiapan rencana kontingensi," ujar dia dalam keterangan resmi, Sabtu (18/4/2026).
2. PIS koordinasi dengan berbagai pihak

Selain itu, PIS juga aktif berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan kelancaran operasional di lapangan. Salah satunya adalah koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk mendukung komunikasi diplomatik dengan otoritas setempat.
"PIS juga melakukan koordinasi dengan perusahaan asuransi, manajemen kapal, pemilik kargo, serta otoritas setempat guna memastikan seluruh prosedur perizinan terpenuhi dengan baik. Prioritas perusahaan tetap pada keselamatan awak kapal, keamanan kapal, dan seluruh muatannya," kata dia.
3. Iran umumkan pembukaan kembali Selat Hormuz

Iran mengumumkan pembukaan kembali Selat Hormuz untuk jalur pelayaran komersial di tengah masa gencatan senjata yang masih berlangsung. Keputusan ini disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi.
Keputusan Iran menjadi perkembangan penting di tengah ketegangan global yang belum sepenuhnya mereda. Dalam pernyataannya, Araghchi menegaskan, jalur strategis tersebut kini dapat dilalui kembali oleh kapal-kapal niaga selama periode gencatan senjata berlangsung.
“Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur bagi semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka untuk sisa periode gencatan senjata, pada rute terkoordinasi seperti yang telah diumumkan oleh Organisasi Pelabuhan dan Maritim Republik Islam Iran,” tulisnya di platform X, Jumat (17/4/2026).
Langkah ini diambil setelah sebelumnya Iran menutup Selat Hormuz selama beberapa minggu sebagai respons atas serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayahnya pada Februari lalu. Penutupan tersebut sempat mengganggu salah satu jalur distribusi energi paling vital di dunia.
Di sisi lain, Amerika Serikat baru saja mengumumkan rencana untuk memulai blokade angkatan laut di kawasan tersebut pada awal pekan ini sehingga menambah kompleksitas situasi keamanan di perairan Teluk.
Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari Washington terkait keputusan Iran membuka kembali Selat Hormuz. Laman Al Jazeera melaporkan, situasi saat ini tetap dinamis, mengingat masa gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat dijadwalkan berakhir pada 22 April mendatang


















