Salah satu alumni ASEAN SEDP Elevate dari Indonesia adalah Bianca Angelique, Engineering Officer su-re.co. Melalui program tersebut, Bianca dan timnya mengembangkan solusi biogas untuk menghadirkan alternatif memasak yang lebih bersih sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap kayu bakar.
Bianca mengatakan, jalur Market Access Track membantu timnya memahami target segmen baru, saluran distribusi, mekanisme pembiayaan, serta peluang kemitraan. Pendampingan tersebut melanjutkan manfaat yang sebelumnya mereka dapatkan melalui ASEAN SEDP 4.0, termasuk pendanaan hibah.
“Melalui Market Access Track, kami memperkuat pemahaman mengenai target segmen baru, saluran distribusi, mekanisme pembiayaan, serta peluang kemitraan,” kata Bianca.
Kini, su-re.co memperluas jangkauan ke Sumba melalui proyek Empowering Women and Youth in Sumba Demo Day. Dalam proyek tersebut, teknologi biogas diperkenalkan kepada masyarakat Kadaghu Tana untuk pertama kalinya.
“Melalui ASEAN SEDP Elevate, kami tidak lagi hanya berfokus pada pembuktian bahwa solusi biogas kami dapat diterapkan, tetapi juga mulai membangun model bisnis yang dapat dikembangkan dalam skala yang lebih luas,” ujar dia.
ASEAN Foundation menyebut ASEAN SEDP telah berjalan selama empat tahun dan mendukung 401 wirausahawan dari 100 wirausaha sosial di 10 negara ASEAN. Secara kolektif, solusi yang dikembangkan para peserta disebut telah memberikan manfaat kepada 6.241.157 orang.
Program tersebut juga memiliki fokus inklusivitas. Sebanyak 83 persen wirausaha sosial peserta dipimpin perempuan, sementara 17 wirausaha sosial mempekerjakan penyandang disabilitas, termasuk tujuh usaha sosial yang dipimpin penyandang disabilitas. Lebih dari 65 persen alumni menyatakan program membantu memperkuat kemampuan kepemimpinan strategis, sedangkan lebih dari setengah alumni melaporkan peningkatan pendapatan dan laba sebesar 5 hingga 194 persen.