Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri Filipina, Theresa Lazaro, mengatakan bahwa ASEAN untuk saat ini tidak mengakui pemilihan umum Myanmar yang diadakan oleh pemerintah militer baru-baru ini. Pada Kamis (29/1/2026), Lazaro mengatakan belum terdapat konsensus terkait masalah tersebut di antara negara-negara anggota blok regional tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Lazaro usai memimpin pertemuan para menteri ASEAN di Cebu, Filipina, di mana krisis Myanmar menjadi agenda utamanya. Manila memegang jabatan ketua ASEAN pada tahun ini, setelah mengambil alih dari Myanmar yang diskors dari kepemimpinan blok tersebut menyusul perebutan kekuasaan oleh Junta militernya.
Dilansir The Straits Times, Lazaro mengakui bahwa beberapa negara anggota ASEAN tengah meneliti hasil pemilihan umum Myanmar. Dia menyebut situasi masih berkembang dan menyiratkan kemungkinan yang dapat membentuk keputusan kebijakan di masa mendatang.
