Jakarta, IDN Times - Dua perusahaan pengembang kecerdasan buatan (AI), OpenAI dan Anthropic, mendesak pemerintah Australia melonggarkan aturan hak cipta pada Selasa (22/9/2026). Keduanya meminta izin menggunakan karya kreatif lokal untuk melatih sistem AI dengan menawarkan skema yang dinilai dapat melindungi hak cipta tanpa menghambat investasi asing.
Desakan tersebut muncul ketika Australia tengah menyusun kerangka kebijakan tata kelola digital yang akan berlaku pada 2027. Di tengah persaingan global untuk menarik investasi teknologi, pemerintah Australia tetap mempertahankan aturan yang mewajibkan perusahaan memperoleh izin untuk menggunakan karya berhak cipta.
