Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ayah di Prancis Didakwa usai Sekap Anak dalam Van Selama Setahun
Ilustrasi ditangkap polisi (freepik.com/rawpixel.com)
  • Seorang ayah di Prancis didakwa setelah terbukti menyekap anak laki-lakinya berusia sembilan tahun dalam mobil van selama lebih dari satu tahun di desa Hagenbach.
  • Korban ditemukan dalam kondisi malnutrisi berat, tidak mampu berjalan akibat atrofi otot, serta hidup di ruang sempit dan kotor tanpa akses kebersihan layak.
  • Pelaku berdalih melindungi anaknya dari institusi psikiatri, namun jaksa menegaskan korban adalah siswa berprestasi; pelaku dan pasangannya kini ditahan atas tuduhan kelalaian.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Otoritas di wilayah timur Prancis resmi menjatuhkan dakwaan kepada seorang pria berusia 43 tahun yang terbukti menyekap anak kandungnya di dalam mobil van selama lebih dari satu tahun. Kasus penyekapan ini diungkap oleh kejaksaan setempat pada Jumat (10/4/2026).

Penyelamatan bocah laki-laki berusia sembilan tahun tersebut dilakukan oleh pihak kepolisian pada Senin (6/4/2026) di desa Hagenbach. Kasus ini terkuak setelah warga sekitar melaporkan adanya suara tangisan dari sebuah van yang sudah lama terparkir di halaman apartemen.

1. Penemuan korban dalam kondisi yang memprihatinkan

Polisi terpaksa mendobrak pintu mobil untuk mengevakuasi korban. Jaksa Nicolas Heitz mengungkapkan bahwa situasi di dalam kendaraan tersebut sangat tidak layak saat petugas tiba di lokasi.

"Petugas menemukan seorang anak yang sedang berbaring dalam posisi meringkuk, telanjang, dan hanya ditutupi selembar selimut di atas tumpukan sampah serta kotoran," kata Heitz, dilansir CBS News.

Dalam ruang sempit dan berbau busuk tersebut, sang ayah diketahui memantau anaknya menggunakan kamera video dan hanya datang dua kali sehari untuk mengantar makanan.

2. Korban mengalami malnutrisi berat dan tidak mampu berjalan

Akibat disekap sejak akhir tahun 2024, korban menderita malanutrisi berat. Secara fisik, ia tidak lagi mampu berjalan karena mengalami atrofi otot (penyusutan massa otot) yang parah akibat ruang gerak yang sangat terbatas.

"Kondisi tubuh anak itu sangat lemah saat diselamatkan karena ia terus-menerus duduk atau meringkuk di ruang yang sangat sempit," ujar Heitz, dilansir Associated Press.

Kondisi kebersihan korban juga sangat terbengkalai. Selama masa penyekapan, ia tidak pernah mandi dan terpaksa buang air di dalam botol plastik. Di lokasi kejadian, petugas hanya menemukan satu ransel berisi pakaian milik korban.

3. Korban adalah siswa yang berprestasi

Kepada penyidik, pelaku berdalih sengaja mengurung anaknya dengan alasan untuk melindungi bocah tersebut agar tidak dikirim ke institusi psikiatri oleh pasangannya. Namun, jaksa dengan tegas menepis klaim tersebut karena dianggap tidak berdasar.

"Tidak ada bukti medis yang menunjukkan bahwa bocah itu menderita masalah kejiwaan. Ia justru tercatat sebagai siswa yang berprestasi di sekolahnya," tegas Heitz.

Saat ini, pelaku telah ditahan oleh pihak berwenang. Pasangan pelaku juga turut didakwa atas tuduhan kelalaian dan pembiaran anak di bawah umur dalam situasi berbahaya. Untuk menjamin keselamatan serta pemulihan trauma, kakak perempuan korban yang berusia 12 tahun kini telah diserahkan kepada layanan sosial.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team