ilustrasi hujan salju (pexels.com/Zeeshaan Shabbir)
Sedikitnya tiga orang dilaporkan meninggal dunia akibat badai ini, terdiri dari dua korban hipotermia di Caddo Parish, Louisiana, kawasan Shreveport, serta satu orang yang terpapar dingin ekstrem di Austin, Texas. Di Kota New York, Wali Kota Zohran Mamdani menyebut sedikitnya lima kematian sedang diselidiki penyebabnya dan mengingatkan bahwa cuaca dingin setiap tahun merenggut nyawa warga.
Presiden AS Donald Trump menyebut badai tersebut sebagai peristiwa bersejarah dan menyetujui deklarasi bencana darurat federal untuk hampir 20 negara bagian serta Distrik Columbia.
“Kami akan terus memantau, dan tetap berhubungan dengan semua Negara bagian yang berada di jalur badai ini. Tetap Aman, dan Tetap Hangat,” tulis Trump melalui Truth Social.
Seiring itu, hampir separuh negara bagian AS bersama Distrik Columbia telah menetapkan status darurat cuaca.
“Kami sedang mengalami badai salju terbesar dalam satu dekade di DC akhir pekan ini,” kata Wali Kota Washington Muriel Bowser, dikutip dari BBC.
Badan Manajemen Darurat Federal (FEMA) menyatakan telah menyiapkan logistik, personel, serta tim pencarian dan penyelamatan di wilayah terdampak. Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem juga mengimbau warga agar bersiap menghadapi cuaca ekstrem.
“Ini akan sangat, sangat dingin. Jadi kami mendorong semua orang untuk menimbun bahan bakar, menimbun makanan, dan kami akan melewati ini bersama,” katanya, sembari memastikan tim utilitas bekerja memulihkan pasokan listrik secepat mungkin.
Departemen Energi AS mengeluarkan perintah darurat yang mengizinkan operator jaringan PJM Interconnection memanfaatkan sumber daya tertentu di kawasan mid-Atlantic dengan mengesampingkan sejumlah regulasi negara bagian dan ketentuan izin lingkungan. Udara dingin yang mengancam nyawa diperkirakan bertahan hingga sepekan setelah badai berlalu, terutama di Northern Plains dan Upper Midwest, dengan wind chill turun di bawah minus 50 derajat Fahrenheit atau sekitar minus 45 derajat Celsius.
Maskapai penerbangan besar mengingatkan penumpang untuk bersiap menghadapi perubahan jadwal mendadak dan pembatalan penerbangan, sementara FlightAware mencatat lebih dari 10 ribu penerbangan dibatalkan dan ribuan lainnya tertunda. Sekolah-sekolah di daerah terdampak meniadakan kegiatan belajar, Senat AS menunda agenda pemungutan suara, dan badai diperkirakan bergerak ke timur laut menuju Maritimes Kanada meski udara dingin berbahaya masih mendominasi hingga awal bulan depan.