Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Badai Salju Terjang AS, 1 Juta Rumah Alami Pemadaman Listrik

badai salju
badai salju (Danazar, CC BY-SA 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0>, via Wikimedia Commons)
Intinya sih...
  • Dua orang meninggal akibat hipotermia di Lousiana dan lima orang meninggal di New York City.
  • Trump umumkan deklarasi darurat bencana federal setelah hampir 20 negara bagian menetapkan status darurat cuaca.
  • Suhu dingin ekstrem dapat berlangsung hingga sepekan pascabadai, dengan suhu diperkirakan mencapai minus 45 derajat Celsius.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Badai salju menerjang Amerika Serikat (AS), menyebabkan pemadaman listrik dan pembatalan penerbangan secara massal. Sedikitnya tujuh orang juga dilaporkan tewas selama cuaca ekstrem tersebut.

Badan Cuaca Nasional (NWS) menyatakan bahwa salju, es, dan hujan beku menciptakan kondisi mengancam jiwa, mulai dari negara bagian Texas hingga New England, dan diperkirakan dapat berlangsung selama beberapa hari ke depan. Hingga Minggu (25/1/2026) sore, lebih dari 1 juta rumah dilaporkan mengalami pemadaman listrik dan lebih dari 10 ribu penerbangan dibatalkan.

Badai salju ini diperkirakan berdampak pada sekitar 180 juta warga Amerika atau lebih dari separuh populasi negara tersebut. Hampir separuh negara bagian telah menetapkan status darurat, sementara sekolah-sekolah di seluruh negeri meniadakan kegiatan belajar mengajar.

“Salju dan es ini akan mencair dengan sangat, sangat lambat dan tidak akan hilang dalam waktu dekat, sehingga akan menghambat upaya pemulihan,” kata Allison Santorelli, ahli meteorologi NWS, kepada CBS News.

1. Dua orang diaporkan meninggal akibat hipotermia di Lousiana

ilustrasi badai salju (pexels.com/Ilya)
ilustrasi badai salju (pexels.com/Ilya)

Dilansir dari BBC, para ahli cuaca memperingatkan bahwa salah satu bahaya terbesar dari badai ini adalah es, yang berisiko merusak pepohonan, memutuskan jaringan listrik dan membuat jalanan menjadi tidak aman. Media lokal melaporkan lebih 200 kecelakaan mobil terjadi di negara bagian Virginia saat badai mulai melanda wilayah tersebut.

Departemen Kesehatan Louisiana, pada Minggu, mengonfirmasi bahwa dua pria meninggal akibat hipotermia di Caddo Parish, sebuah wilayah yang mencakup kota Shreveport.

"Kami telah mengalami korban jiwa pertama yang terkait dengan badai musim dingin ini. Kematian ini disebabkan oleh paparan cuaca ekstrem," tulis Wali Kota Austin, Texas, Kirk Watson, di media sosial.

Wali Kota New York City, Zohran Mamdani, juga menyebutkan sedikitnya lima orang di kota tersebut meninggal dunia pada Sabtu (24/1/2025). Namun, penyebab kematian mereka masih belum ditentukan.

2. Trump umumkan deklarasi darurat bencana federal

ilustrasi badai salju (pexels.com/@dylan-thompson)
ilustrasi badai salju (pexels.com/@dylan-thompson)

Presiden AS, Donald Trump, menyetujui deklarasi darurat bencana federal pada Sabtu (24/1/2026), setelah hampir 20 negara bagian dan Distrik Columbia menetapkan status darurat cuaca. Ia menyebut badai tersebut sebagai badai bersejarah.

“Kami akan terus memantau dan tetap berkomunikasi dengan seluruh negara bagian yang berada di jalur badai ini. Tetap aman dan tetap hangat,” tulis Trump dalam unggahannya di Truth Social.

Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Kristi Noem, menyatakan Badan Manajemen Darurat Federal telah menyiapkan pasokan logistik, personel, serta dan tim pencarian dan penyelamatan di sejumlah negara bagian. Ia mengimbau masyarakat untuk mengambil langkah-langkah pencegahan.

“Cuacanya akan sangat, sangat dingin. Karena itu kami mendorong semua orang untuk menyiapkan persediaan bahan bakar dan makanan, dan kita akan melalui situasi ini bersama-sama,” ujar Noem.

3. Suhu dingin ekstrem ini dapat berlangsung hingga sepekan pascabadai

Badai salju di kota
ilustrasi badai salju di kota (unsplash.com/Kaiyu Wu)

Pihak berwenang memperingatkan, suhu dingin ekstrem ini dapat berlangsung hingga sepekan setelah badai, terutama di wilayah Northern Plains dan Upper Midwest, di mana suhu diperkirakan dapat mencapai minus 45 derajat Celsius). Suhu sedingin ini dapat menyebabkan radang dingin (frostbite) hanya dalam hitungan menit.

Dikutip dari Al Jazeera, sistem badai besar ini dipicu oleh peregangan polar vortex, yakni wilayah udara Arktik bertekanan rendah dan bersuhu sangat dingin yang biasanya membentuk sistem relatif padat dan melingkar. Namun, dalam kondisi tertentu, pola ini dapat berubah menjadi lebih lonjong, sehingga udara dingin meluas dan menyebar ke wilayah yang lebih luas, dalam hal ini Amerika Utara.

Menurut para ilmuwan, meningkatnya frekuensi gangguan pada polar vortex tersebut kemungkinan berkaitan dengan perubahan iklim.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More

73 Tersangka Penipuan Asal Korsel Dipulangkan dari Kamboja

27 Jan 2026, 00:43 WIBNews