Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Balas Serangan di Selat Hormuz, AS Bombardir 3 Wilayah di Iran
ilustrasi serangan (unsplash.com/Vony Razom)
  • Amerika Serikat melancarkan serangan rudal ke Pulau Qeshm, Bandar Abbas, dan Sirik di Iran selatan sebagai balasan atas serangan Iran terhadap kapal komersial di Selat Hormuz.
  • Iran melalui IRGC membalas dengan menyerang sekitar 85 fasilitas militer AS di Bahrain dan Kuwait menggunakan rudal serta drone, termasuk menembak jatuh drone MQ-9 milik AS.
  • Saling serang antara AS dan Iran ini berpotensi menggagalkan kesepakatan gencatan senjata yang telah disetujui pada akhir Juni, mengancam stabilitas dan upaya perdamaian kedua negara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat dikabarkan telah melakukan serangan rudal ke tiga wilayah yang ada di Iran selatan, yakni Pulau Qeshm, Bandar Abbas, dan Sirik. Serangan itu terjadi pada Rabu (8/7/2026) pagi waktu setempat.

Dalam laporannya, media Iran, Press TV, menjelaskan, serangan terbaru AS di Pulau Qeshm, Bandar Abbas, dan Sirik menyasar sistem pertahanan udara, sistem pengawasan pantai, sistem rudal permukaan-ke-udara, sistem rudal jelajah anti-kapal, dan situs peluncuran drone milik Iran. Serangan ini juga melukai sejumlah orang. Namun, tidak dijelaskan secara detail berapa jumlah korban luka yang timbul akibat serangan tersebut. 

1. Serangan dilakukan untuk membalas serangan Iran di Selat Hormuz

potret Selat Hormuz (commons.wikimedia.org/European Space Agency)

Komando Tengah (CENTCOM) AS menjelaskan bahwa serangan terbaru ke Pulau Qeshm, Bandar Abbas, dan Sirik merupakan balasan atas serangan Iran. Sebab, Iran sudah lebih dulu melakukan serangan ke tiga kapal komersial yang sedang transit di Selat Hormuz pada Senin (6/7/2026) malam kemarin. Sebelumnya, Jerusalem Post melaporkan ada dua kapal komersial yang diserang Iran di Selat Hormuz, termasuk kapal tanker milik perusahaan asal Qatar. Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengaku pihaknya ada di balik serangan tersebut.  

“Pasukan Komando Tengah AS telah mulai melancarkan serangkaian serangan dahsyat terhadap Iran untuk memberikan hukuman berat atas penargetan dan penyerangan terhadap kapal-kapal komersial yang diawaki oleh warga sipil tak berdosa di jalur perairan internasional. Serangan AS ini sebagai tanggapan atas serangan Iran terhadap tiga kapal komersial yang sedang melintasi Selat Hormuz. Agresi yang ditunjukkan Iran tidak beralasan, berbahaya, dan merupakan pelanggaran nyata terhadap gencatan senjata,” bunyi pernyataan CENTCOM di X.

2. Iran balas serang pangkalan militer AS di Bahrain dan Kuwait

potret rudal Iran (unsplash.com/Moslem Daneshzadeh)

Iran tentu tidak mau tinggal diam usai diserang AS. Pasukan IRGC dikabarkan langsung melakukan serangan balasan ke pangkalan militer AS yang ada di Bahrain dan Kuwait. IRGC mengklaim sudah membombardir sekitar 85 fasilitas militer yang ada di markas militer AS di kedua negara tersebut.

“Sebagai respons awal terhadap agresi ini, Angkatan Laut dan Angkatan Udara IRGC melakukan operasi gabungan rudal dan drone (untuk) menyerang 85 fasilitas militer AS utama di kedua negara (Bahrain dan Kuwait) serta menembak jatuh sebuah drone MQ-9 milik AS,” demikian bunyi pernyataan IRGC, seperti dikutip Times of Israel.

3. Aksi saling serang AS dan Iran bisa mengganggu upaya perdamaian

ilustrasi perdamaian (unsplash.com/Road Ahead)

Aksi saling serang antara AS dan Iran ini berpotensi mengganggu upaya perdamaian di antara kedua negara. Padahal, Washington dan Teheran sudah sepakat untuk menghentikan baku serang pada 29 Juni lalu. Kesepakatan ini diraih usai kedua negara kembali terlibat bentrokan pada 26 dan 27 Juni. 

Kala itu, AS kembali melakukan serangan ke Iran karena mereka menyerang kapal-kapal yang sedang melintas di Selat Hormuz. Sebagai balasan, Iran ketika itu juga meluncurkan serangan balasan ke pangkalan militer AS yang ada di Bahrain dan Kuwait. Peristiwa ini persis seperti aksi saling serang antara AS dan Iran yang baru saja terjadi. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article