Ada 400 influencer asing yang diundang Iran ke pemakaman Khamenei. Beberapa di antaranya adalah seorang influencer Inggris-Pakistan Bushra Sheikh, seorang aktivis media Lebanon Salman Haddad, seorang jurnalis Pakistan Ehsan Asif, seorang jurnalis Lebanon Hussein Farhat, seorang aktivis media Inggris Sakina Dattoo, seorang jurnalis Libya Mohamed Ahmeid, dan seorang aktivis media dari Balkan Zael Brai.
Iran Undang 400 Influencer Asing ke Pemakaman Khamenei, Buat Apa?

- Pemerintah Iran mengundang 400 influencer asing dari berbagai negara untuk meliput dan menyebarkan momen pemakaman Ayatollah Ali Khamenei melalui media sosial dan platform digital.
- Langkah Iran ini menuai kritik dari sejumlah pengamat yang menilai penggunaan influencer justru bisa memunculkan propaganda dan menunjukkan kelemahan dalam strategi komunikasi negara tersebut.
- Sebaliknya, pejabat Iran menilai kehadiran influencer asing penting untuk menghadirkan liputan autentik, mengimbangi pemberitaan negatif media Barat, serta memperkuat citra positif Iran di dunia internasional.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Iran dikabarkan telah mengundang banyak influencer asing, termasuk yang berasal dari negara Barat, untuk menghadiri prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Teheran. Dilansir Iranwire, Senin (6/7/2026), mereka diundang untuk meliput dan menyebarkan berita pemakaman Khamenei. Influencer yang diundang terdiri dari pegiat media sosial, media massa, dan blogger.
1. Hasil liputan berbentuk foto dan video

Sebanyak 400 influencer asing tadi dikabarkan sudah melakukan tugasnya. Mereka sudah mengambil liputan berbentuk foto dan video untuk diunggah ke media sosial, media massa, dan ke platform blog. Hasil foto dan video yang diambil umumnya menunjukkan kemeriahan upacara pemakaman Khamenei.
Iran sendiri memang kerap mengandalkan influencer asing untuk mendokumentasikan momen-momen penting kenegaraan. Namun, tidak sembarang influencer yang mereka undang. Iran hanya mau mengundang influencer dari negara-negara yang punya posisi politik yang sama dengan mereka. Sebab, jika mengundang influencer yang berseberangan, khawatir mereka akan menyebarkan berita hoaks atau propaganda hitam soal Iran.
2. Iran dikritik karena undang banyak influencer ke pemakaman Khamenei

Kendati demikian, langkah Iran yang mengundang banyak influencer asing ke pemakaman Khamenei ini menuai kritik sejumlah pengamat. Seorang pengamat Timur Tengah berkebangsaan Iran-Israel, Beni Sabti, pada Selasa (7/7/2026) mengatakan, upaya ini menunjukkan kelemahan Iran. Sebab, alih-alih menyebarkan berita positif, Sabti menilai influencer asing justru akan menyebarkan konten yang mengandung banyak propaganda.
“Yang lebih penting lagi, kita harus mengkomunikasikan citra yang benar dan autentik dari upacara ini kepada dunia. Saat ini, banyak organisasi media asing berada di Teheran, dan bersama mereka, para blogger dan influencer internasional meliput acara tersebut melalui berbagai format media,” jelas Sabti dilansir Jerusalem Post.
3. Sejumlah ahli berpendapat lain

Namun, sejumlah ahli justru berpendapat lain. Ketua Islamic Culture and Relations Organization, Hojjatoleslam Mohammad Mehdi Imanipour, mengatakan, penggunaan influencer asing untuk meliput pemakaman Khamanei sudah sangat tepat. Sebab, media massa, terutama yang berasal dari Barat, biasanya kerap membuat berita yang tidak sesuai fakta dan hanya menjelek-jelekan Iran saja. Ini tentu berbeda dengan influencer. Mereka akan merekam, memotret, dan menyebarkan berita sesuai dengan kejadian di lapangan sehingga konten yang mengandung hoaks atau propaganda bisa dihindari
"Menurut saya, kecuali kita mendemokratisasi lanskap media dan memanfaatkan kemampuan orang biasa, media arus utama akan terus berada di tangan mereka yang berupaya menyensor kita atau menampilkan citra yang menyimpang tentang kita. Oleh karena itu, jalan terbaik adalah jalan yang kini sedang terbentuk: memanfaatkan blogger, influencer, dan media warga, yang dapat mengkomunikasikan citra Iran yang akurat dan autentik melalui berbagai format,” ungkap Imanpour.
Sebagai informasi, jenazah Khamenei kini sudah dibawa ke Kota Qom, Irak. Upacara pemakaman akan dilanjutkan di sana. Setelah itu, jenazah Khamenei akan dibawa lagi ke dua kota suci di Irak lainnya, yakni Najaf dan Karbala sebelum dimakamkan di kota kelahirannya, Al-Mashhad, Iran, pada Kamis (9/7/2026) mendatang.





















