Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bandara Palm Beach Florida Bakal Ganti Nama Jadi Donald Trump
ilustrasi bandara internasional (pexels.com/Tanathip Rattanatum)
  • Parlemen Florida menyetujui pergantian nama Bandara Internasional Palm Beach menjadi Bandara Internasional Donald J. Trump, menunggu persetujuan Badan Penerbangan Federal untuk sah secara hukum.
  • Donald Trump dikenal sering mengganti nama tempat publik di AS dengan namanya, termasuk Kennedy Center yang kini disebut Trump-Kennedy Center sejak Desember 2025.
  • Trump juga tengah mengupayakan agar wajahnya muncul di koin 1 dolar AS untuk peringatan 250 tahun kemerdekaan, meski aturan dan senator menolak gagasan tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Amerika Serikat (ASakan segera mengganti nama Bandara Internasional Palm Beach di Negara Bagian Florida menggunakan nama Presiden Donald Trump. Pergantian nama tersebut sudah disetujui oleh parlemen Florida pada Kamis (19/2/2026).

Tercatat, ada 25 anggota parlemen Florida yang menyetujui pergantian nama Bandara Internasional Palm Beach menggunakan nama Trump. Semua yang anggota yang menyetujui berasal dari Partai Demokrat. Sementara itu, 11 anggota parlemen lainnya tidak menyetujui usulan tersebut.

1. Bandara Palm Beach hanya berjarak sekian menit dari kediaman Trump

potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)

Bandara Internasional Palm Beach sendiri hanya berjarak beberapa menit dari kediaman Donald Trump dan keluarganya. Trump sering menggunakan bandara tersebut untuk keperluan perjalanan dinas.

Setelah pergantian nama resmi dilakukan, nama Bandara Internasional Palm Beach akan berubah menjadi Bandara Internasional Donald J. Trump. Sebagai peresmian, pergantian nama tersebut akan ditandatangani oleh Gubernur Negara Florida, Ron DeSantis, seorang yang dahulu pernah menentang kepemimpinan Trump di AS.

Namun, pergantian nama tersebut juga membutuhkan persetujuan dari Badan Penerbangan Federal di Florida. Jika tidak, pergantian nama bandara tidak akan dianggap sah secara hukum.

2. Donald Trump memang sering menggunakan namanya di tempat-tempat di AS

potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)

Sebagai informasi, Trump memang sering menggunakan namanya di tempat-tempat yang ada di AS. Ini dilakukan sebagai upaya kampanye terselubung kepada warga Negeri Paman Sam.

Bandara Internasional Palm Beach merupakan tempat terbaru yang namanya diganti menggunakan nama Trump. Pada Desember 2025 lalu, Trump juga mengganti nama Kennedy Center, pusat seni dan kenangan Presiden John F. Kennedy di Washington DC, menjadi Trump-Kennedy Center.

Beberapa waktu lalu, Trump juga mengatakan ingin mengganti nama Stasiun Kereta New York Penn dan Bandara Internasional Washington Dulles menggunakan namanya. Namun, upaya tersebut gagal karena ditolak oleh otoritas setempat.

3. Trump juga ingin menampilkan wajahnya di uang koin 1 dolar

potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (commons.wikimedia.org/Gage Skidmore)

Baru-baru ini, Trump juga dikabarkan sedang berupaya untuk menampilkan wajahnya di uang koin 1 dolar AS. Ini dilakukan untuk memperingati 250 tahun kemerdekaan AS pada Juli 2026 mendatang. Saat ini, upaya tersebut juga sedang diproses oleh Kementerian Keuangan AS.

Sebetulnya, ada aturan di AS yang melarang wajah seorang mantan atau presiden yang masih menjabat untuk ditampilkan di dalam uang, baik uang koin maupun kertas. Namun, Trump berupaya mendobrak aturan tersebut.

Pada Januari 2026 lalu, beberapa anggota senat AS juga sudah dengan tegas menolak upaya tersebut. Namun, Trump tetap tidak bergeming. Sebab, ia tetap ingin wajahnya tampil di uang koin 1 dolar AS pada peringatan 250 tahun kemerdekaan AS Juli mendatang.

“Menempatkan wajah presiden yang masih hidup pada koin yang memperingati ulang tahun ke-250 Deklarasi Kemerdekaan akan mengirimkan pesan kepada AS dan dunia yang bertentangan dengan jati diri kita sebagai sebuah bangsa,” bunyi pernyataan bersama senator AS pada 26 Januari 2026, seperti dilansir USA Today.  

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team