Jakarta, IDN Times - Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi memperpanjang penangguhan operasional Bandara Internasional King Khalid di Riyadh hingga pemberitahuan lebih lanjut usai rentetan serangan milisi Houthi Yaman. Penutupan fasilitas transportasi udara tersibuk kedua setelah Jeddah tersebut dilakukan guna menyelesaikan prosedur pemeriksaan keselamatan dan memastikan kesiapan operasional sarana bandara.
Kebijakan penghentian operasional ini menyusul serangan fatal pada akhir pekan yang menewaskan 14 orang serta melukai ratusan orang lainnya. Berdasarkan dokumen Notice to Airmen yang dirilis Senin (12/10/2026), penutupan fasilitas penerbangan di ibu kota Saudi tersebut dijadwalkan berlangsung hingga Sabtu (17/10/2026) pukul 21.00 GMT.
