Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Saudi Teken Tiga MoU Sektor Energi dengan Kuwait, Qatar, dan Mesir

3 min read
Saudi Teken Tiga MoU Sektor Energi dengan Kuwait, Qatar, dan Mesir
ilustrasi bendera Arab Saudi (pexels.com/aboodi vesakaran)
  • Arab Saudi menandatangani tiga MoU energi dengan Kuwait, Qatar, dan Mesir di Riyadh untuk memperluas kolaborasi pada energi konvensional, terbarukan, efisiensi energi, hidrogen bersih, serta isu iklim.
  • MoU dengan Kuwait mencakup kelistrikan, energi terbarukan, interkoneksi dan ekspor listrik, penyimpanan energi, jaringan pintar, transformasi digital, keamanan siber, AI, serta solusi Circular Carbon Economy.
  • Dengan Qatar, Saudi menjajaki proyek pipa minyak-gas dan transisi energi; bersama Mesir, kerja sama difokuskan pada perdagangan, logistik, infrastruktur minyak-gas, petrokimia, dan keamanan pasok energi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Energi yang juga menjabat Menteri Industri dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Salman, menandatangani tiga nota kesepahaman (MoU) dengan para menteri dari Kuwait, Qatar, dan Mesir di Riyadh pada Minggu (11/10/2026) waktu setempat. Penandatanganan tersebut dilakukan untuk memperluas kerja sama di berbagai sektor energi antara Saudi dan ketiga negara mitra tersebut.

Dilansir Saudi Gazette, penandatanganan kesepakatan ini mencakup spektrum luas pada bidang energi konvensional maupun terbarukan. Ruang lingkup kerja sama tersebut meliputi sektor ketenagalistrikan, minyak dan gas bumi, hidrogen bersih, efisiensi energi, hingga upaya penanganan isu perubahan iklim.

  1. 1. Kerangka kerja sama kelistrikan dan teknologi dengan Kuwait

    Pangeran Abdulaziz bin Salman
    Pangeran Abdulaziz bin Salman (Government.ru, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

    Pangeran Abdulaziz menandatangani nota kesepahaman kerja sama kelistrikan dan energi terbarukan bersama Menteri Listrik, Air, dan Energi Terbarukan Kuwait Dr. Subaih Abdulaziz Abdulmohsen Al-Mukhizim. Kesepakatan ini menetapkan kerangka kerja sama di bidang listrik, energi terbarukan, interkoneksi jaringan listrik, ekspor listrik, efisiensi energi, penyimpanan energi, serta jaringan pintar. Ruang lingkup kerja sama tersebut juga mencakup bidang transformasi digital, inovasi, keamanan siber, dan kecerdasan buatan.

    Kedua negara akan berupaya membangun kemitraan strategis antarlembaga, melokalisasi material, produk, serta layanan terkait energi, dan memperkuat kemitraan antarperusahaan di sektor-sektor tersebut. Selain itu, nota kesepahaman ini memuat kerja sama teknologi dan solusi mitigasi perubahan iklim. Hal tersebut secara khusus mencakup penerapan teknologi dan solusi Circular Carbon Economy.

  2. 2. Penjajakan proyek perpipaan dan transisi energi dengan Qatar

    bendera Qatar
    bendera Qatar (unsplash.com/Nesnin Shamsheer)

    Pangeran Abdulaziz menandatangani nota kesepahaman kerja sama energi dengan Menteri Negara Urusan Energi Qatar Eng. Saad bin Sherida Al-Kaabi. Kesepakatan tersebut membangun kerangka kerja sama pada sektor minyak dan produk minyak bumi, gas dan turunannya, pengilangan, petrokimia, kelistrikan, hidrogen bersih dan turunannya, energi terbarukan, efisiensi energi, serta penyimpanan energi. Kedua negara juga akan menjajaki peluang proyek bersama pembangunan jalur pipa untuk transportasi dan ekspor minyak serta gas bumi.

    Kerja sama ini mencakup pengembangan dan pemanfaatan material petrokimia berkelanjutan di sektor konstruksi maupun sektor lainnya, serta kerja sama infrastruktur pendukung akses energi. Saudi dan Qatar juga menyepakati kolaborasi dalam perundingan, forum, dan organisasi internasional yang membahas transisi energi serta perubahan iklim. Cakupan tersebut meliputi Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim, Perjanjian Paris, hingga Komite Perundingan Antarpemerintah untuk instrumen pengikat hukum internasional terkait polusi plastik.

  3. 3. Penguatan sektor minyak dan gas bumi bersama Mesir

    bendera Mesir
    bendera Mesir (unsplash.com/Kamel Altohamy)

    Nota kesepahaman ketiga ditandatangani bersama Menteri Minyak dan Sumber Daya Mineral Mesir Eng. Karim Badawi mengenai minyak, gas, dan turunannya. Kesepakatan ini membentuk kerangka kerja sama pada sektor minyak mentah, produk minyak bumi, dan gas alam, termasuk perdagangan, penanganan, pengangkutan, penyimpanan, distribusi, serta pembangunan infrastruktur dan logistik terkait. Kerja sama ini ditujukan untuk memperkuat integrasi pasar energi, keandalan rantai pasok, keamanan energi, dan pemenuhan kebutuhan di pasar domestik, regional, maupun internasional.

    Seluruh aktivitas akan dilaksanakan sesuai dengan hukum dan peraturan kedua negara serta berdasarkan ketentuan komersial yang menguntungkan kedua pihak. Saudi Gazette melaporkan bahwa kesepakatan ini juga mencakup pertukaran keahlian Saudi dalam kualifikasi, operasional, dan pemeliharaan stasiun pengisian bahan bakar serta pusat layanan, juga pengalaman Saudi dalam membuka persaingan sektor gas minyak cair. Selain itu, nota kesepahaman ini memperluas kerja sama petrokimia serta investasi pada proyek yang sedang berjalan maupun yang direncanakan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More