Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Belum Ada Imbauan Setop Umrah, Kemlu Siapkan Rencana Darurat
Ilustrasi jemaah umrah di Masjidil Haram, Makkah (pexels.com/Mustafa Fathy)
  • Kemlu menyiapkan rencana kontingensi melalui KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah untuk menghadapi kemungkinan situasi darurat di Arab Saudi.

  • Pelaksanaan ibadah umrah masih berlangsung dan pemerintah Indonesia belum mengeluarkan imbauan untuk menghentikan keberangkatan jemaah.

  • Kemlu, perwakilan RI, dan Kementerian Haji dan Umrah terus berkoordinasi serta memantau perkembangan situasi di lapangan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
15/10/2026

Heni Hamidah menyampaikan bahwa KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah telah menyiapkan rencana kontingensi kedaruratan. Pelaksanaan ibadah umrah masih berlangsung.

Hingga Kamis

Belum ada imbauan dari pemerintah Indonesia untuk menghentikan kegiatan atau keberangkatan jemaah umrah ke Arab Saudi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kemlu menyiapkan rencana kontingensi untuk menghadapi kemungkinan situasi darurat yang dapat berdampak pada jemaah umrah di Arab Saudi.
  • Who?
    Kemlu RI, KBRI Riyadh, KJRI Jeddah, dan Kementerian Haji dan Umrah terlibat dalam pemantauan serta koordinasi.
  • Where?
    Arab Saudi, dengan koordinasi yang melibatkan KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah.
  • When?
    Pernyataan disampaikan pada Kamis (15/10/2026), saat pelaksanaan ibadah umrah masih berlangsung.
  • Why?
    Untuk mengantisipasi kemungkinan keadaan darurat dan perubahan situasi yang dapat memengaruhi keselamatan serta perjalanan jemaah.
  • How?
    Melalui penyusunan rencana kontingensi, pemantauan situasi di lapangan, dan koordinasi dengan Kementerian Haji dan Umrah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kemlu menyiapkan rencana untuk membantu jemaah umrah kalau ada keadaan darurat di Arab Saudi. KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah ikut menyiapkannya. Jemaah masih boleh berangkat karena pemerintah belum meminta umrah dihentikan. Kemlu dan Kementerian Haji dan Umrah terus melihat keadaan dan berbicara bersama.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kesiapan rencana kontingensi menunjukkan adanya langkah antisipasi untuk melindungi WNI, termasuk jemaah umrah, di Arab Saudi. Koordinasi antara Kemlu, perwakilan RI, dan Kementerian Haji dan Umrah juga membuat perkembangan situasi tetap dipantau. Pada saat yang sama, pelaksanaan umrah masih berlangsung tanpa imbauan penghentian dari pemerintah Indonesia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi kemungkinan situasi darurat yang dapat berdampak pada jemaah umrah di Arab Saudi. Perwakilan Indonesia di negara tersebut telah menyusun rencana kontingensi yang akan disesuaikan dengan perkembangan situasi di lapangan.

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah mengatakan, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah telah menyiapkan rencana kedaruratan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan.

“Perwakilan RI terkait, baik KBRI Riyadh maupun KJRI Jeddah telah menyiapkan rencana kontingensi kedaruratan yang akan selalu disesuaikan dengan perkembangan di lapangan,” kata Heni dalam pernyataan tertulis, Kamis (15/10/2026).

Meski demikian, pelaksanaan ibadah umrah hingga saat ini masih berlangsung. Pemerintah Indonesia juga belum mengeluarkan imbauan untuk menghentikan keberangkatan jemaah umrah ke Arab Saudi.

1. Kemlu siapkan rencana kontingensi di Arab Saudi

Direktur Perlindungan WNI (PWNI) Kemlu RI Heni Hamidah. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Heni menjelaskan, KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah telah menyiapkan rencana kontingensi sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan keadaan darurat.

Rencana tersebut akan terus disesuaikan dengan perkembangan situasi di lapangan. Dengan begitu, langkah yang disiapkan perwakilan RI dapat mengikuti kondisi aktual dan kebutuhan penanganan warga negara Indonesia (WNI).

Kesiapan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat memengaruhi keselamatan dan keamanan WNI di Arab Saudi, termasuk jemaah umrah.

2. Jemaah umrah masih berangkat

Ilustrasi jemaah umrah di Masjidil Haram, Makkah (pexels.com/Fahad Puthawala)

Di tengah pemantauan situasi, Heni memastikan pelaksanaan ibadah umrah masih berjalan. Hingga Kamis, belum ada imbauan dari pemerintah Indonesia untuk menghentikan kegiatan tersebut.

“Sampai saat ini jemaah umrah masih terus berjalan dan belum ada imbauan untuk menyetop,” ujar Heni.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pemerintah belum meminta penghentian kegiatan umrah. Namun, situasi tetap dipantau untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan kondisi yang dapat memengaruhi perjalanan maupun keselamatan jemaah.

3. Kemlu koordinasi dengan Kementerian Haji dan Umrah

Ilustrasi Kemlu RI. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Kemlu bersama perwakilan RI di Arab Saudi terus berkoordinasi dengan Kementerian Haji dan Umrah untuk memantau perkembangan situasi di lapangan. Heni mengatakan, koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan perkembangan kondisi tetap terpantau dan langkah antisipasi dapat disesuaikan apabila diperlukan.

“ Kemlu dan perwakilan RI terkait serta Kementerian Haji dan Umrah terus berkoordinasi dan memantau situasi di lapangan,” kata Heni.

Pemerintah belum menyampaikan adanya keputusan untuk menghentikan ibadah umrah. Untuk saat ini, langkah yang ditempuh adalah memantau situasi, memperkuat koordinasi antarlembaga, dan menyiapkan rencana kontingensi sesuai perkembangan di Arab Saudi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article