Dino Patti Djalal dalam Ngobrol Seru IDN Times membahas perubahan iklim. (IDN Times/Fauzan)
Dino mengaku prihatin dengan beredarnya unggahan yang menurutnya memuat informasi fiktif. Dia menilai, penyebaran informasi tersebut mencerminkan modus baru untuk menyerang pihak-pihak yang aktif menyampaikan pandangan di ruang publik.
Menurut Dino, terdapat tim yang identitasnya maupun anggotanya tidak diketahui, sengaja membuat dan menyebarkan berita fiktif melalui sejumlah akun media sosial. Kelompok tersebut, dianggapnya sebagai "tim siluman" dan menduga penyebaran informasi itu merupakan aksi yang terkoordinasi serta terorganisasi.
"Ini bukan aksi yang murni dari bawah. Ini aksi yang terkoordinasi, terorganisir, dan ada backing-nya, karena tidak mungkin mereka melakukan ini karena iseng," ujar Dino.
Dino menilai, modus tersebut perlu diwaspadai oleh masyarakat sipil, terutama mereka yang aktif menyampaikan opini di ruang publik. Dia menganggap penyebaran informasi fiktif semacam itu sebagai salah satu bentuk intimidasi terhadap kebebasan berpendapat atau freedom of speech.
Dino mengatakan, akan membawa persoalan tersebut kepada Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid. Dia berharap pemerintah dapat melindungi masyarakat dari praktik intimidasi dan pengaburan fakta melalui penyebaran informasi fiktif.
"Saya akan membawa hal ini kepada Menteri Komdigi Meutya Hafid. Beliau adalah mantan wartawan, jadi seharusnya beliau paham sekali mengenai kebebasan bicara dan perlunya untuk melindungi masyarakat dari praktik intimidasi dan pengaburan fakta oleh tim siluman seperti ini," ujar Dino.
Dino juga menegaskan, telah mengabdi kepada negara selama 28 tahun dan menerima sejumlah penghargaan atas pengabdiannya. Dia menerima dua Bintang Mahaputera dan satu Bintang Jasa Utama. Salah satu penghargaan tersebut, kata Dino, diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Dino turut menyinggung latar belakang keluarganya. Dia mengatakan, ayahnya mendedikasikan hidup untuk memperjuangkan Wawasan Nusantara dan kedaulatan wilayah laut Indonesia. Karena itu, Dino membantah anggapan dirinya tidak nasionalis dan menegaskan komitmennya untuk mengabdi kepada negara.