Jakarta, IDN Times - Presiden Mesir Abdel Fattah El Sisi tiba di Istana Merdeka pada Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 10.30-an WIB. Presiden Prabowo Subianto yang mengenakan kacamata hitam langsung menyambut sahabatnya itu yang juga mengenakan kacamata hitam.
Turun dari mobil, El Sisi dengan setelan jas biru tua dan dasi biru muda, langsung disambut dengan pelukan hangat oleh Prabowo. Kali ini, Prabowo tampil dengan setelan jas abu-abu dan dasi biru.
Suasana terasa hangat, terlebih Prabowo dan El Sisi bukan pertama kali bertemu. Prabowo sudah berkunjung ke Mesir tahun lalu, dan juga menghadiri penandatanganan perjanjian damai antara Israel dan Palestina, yang menjadi asal mula terbentuknya Board of Peace (BoP).
Karenanya, kunjungan El Sisi kali ini ke Tanah Air, disebut-sebut sebagai kunjungan balasan dan yang pertama kali ia lakukan ke Indonesia, setelah Prabowo menjabat.
Di Istana Merdeka, El Sisi juga disambut dengan Tari Tandok dari Batak Toba. Tarian ini memiliki arti ikatan kekeluargaan menyiratkan hubungan kedua negara yang erat. Selain itu, tarian ini memang disajikan untuk menyambut tamu kehormatan di adat Batak.
El Sisi juga sempat memberikan lambaian kepada anak-anak sekolah yang menyambutnya di Istana Merdeka, saat berjalan dengan Presiden Prabowo Subianto menuju tempat pertemuan keduanya. Anak-anak sangat antusias melihat kepala negara lain hadir hanya sejengkal dari mereka. Antusiasme terlihat dari lambaian bendera kecil yang mereka bawa.
Setiba di foyer utama Istana Merdeka, sejumlah menteri Kabinet Merah Putih tampak hadir, di antaranya, Menteri Luar Negeri (Menlu) Arrmanatha ‘Tata’ Nasir, Menteri Koordinasi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono, Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsuddin, dan lainnya. Mereka menunggu diperkenalkan Prabowo, dan berjabat tangan. Ini menjadi kunjungan presiden negara sahabat perdana Menlu Tata menjabat selama 11 hari sebagai menteri luar negeri.
Setelah itu, mereka melakukan sesi foto bersama dan mengisi buku tamu. Kemudian keduanya melakukan pertemuan secara tertutup atau yang dikenal tete a tete di Istana Merdeka sebelum pertemuan resmi bilateral. Hingga berita ini diturunkan, pertemuan tersebut masih berlangsung.
