Comscore Tracker

AS Beri Sanksi Nikaragua Saat Acara Pelantikan Ortega

Sebagai upaya menekan rezim Ortega-Murillo

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Amerika Serikat pada Senin (10/1/2021) kembali menerapkan sanksi kepada beberapa pejabat di lingkungan pemerintahan Nikaragua. Bahkan, sanksi diterapkan ketika Ortega dan istrinya dilantik sebagai presiden dan wakil presiden di negara Amerika Tengah itu. 

Sebelumnya, Amerika Serikat, Inggris dan Uni Eropa sudah menjatuhkan sanksi kepada Ortega dan Murillo beserta sejumlah pejabat lainnya. Pasalnya, Ortega diduga dengan sengaja memenjarakan seluruh pemimpin oposisi menjelang pilpres. 

1. Enam pejabat Nikaragua resmi dikenakan sanksi dari AS

Sanksi yang diberikan Kementerian Keuangan AS menyasar enam orang pejabat Nikaragua yang diduga memiliki hubungan dengan rezim Presiden Daniel Ortega dan Wakil Presiden Rosario Murillo. Sanksi AS ini juga sejalan dengan keputusan Uni Eropa untuk menjatuhkan kembali sanksi kepada Ortega. 

Kali ini sanksi dijatuhkan kepada dua anak Daniel Ortega, petinggi Kepolisian Nikaragua beserta pihak penyelenggara pemilu. Diketahui bahwa anak laki-laki dan perempuan Ortega itu bekerja sebagai penasehat kepresidenan, serta dianggap melanggar HAM dan demokrasi. 

"Sejalan dengan demokrasi dalam komunitas internasional, Amerika Serikat akan terus melanjutkan menentang rezim Ortega-Murillo yang melakukan penyelewengan kekuasaan dan kami akan menerapkan alat diplomatik dan ekonomi ntuk mengembalikan HAM di Nikaragua" Kementerian Luar Negeri AS Antony Blinken, dalam DW

Sementara itu, sanksi yang diberikan Amerika Serikat dan Uni Eropa berupa larangan masuk ke negaranya dan pembekuan aset milik keenam pejabat yang disimpan di wilayah keduanya. 

2. Nikaragua tetap selenggarakan pemilu meski disebut tidak sah

Baca Juga: Nikaragua Resmi Jalin Hubungan Diplomatik dengan China

Sanksi kembali diterapkan lantaran Nikaragua tetap menyelenggarakan pemilihan presiden pada 7 November lalu yang tidak diakui oleh banyak negara. Pasalnya, dalam pilpres itu hanya Ortega dan Murillo yang maju tanpa adanya penantang dari pihak oposisi lantaran sudah dikrimalisasi tanpa sebab yang jelas. 

Ketika berlangsungnya pemilu sejumlah saksi dari Uni Eropa dan OAS (Organization of American States) dilarang masuk dan mengamati jalannya pilpres. Bahkan, jurnalis dilarang masuk ke Nikaragua ketika berlangsungnya acara politik itu. 

Selain menjatuhkan sanksi kepada enam orang pejabat, Amerika Serikat juga menerapkan pembatasan visa kepada 116 orang yang dianggap merusak demokrasi di Nikaragua. Ratusan orang itu diketahui sebagai wali kota, jaksa, polisi, petinggi militer dan lainnya, dikutip dari laman Al Jazeera

3. Upacara pelantikan dihadiri oleh Presiden Kuba dan Venezuela

Sanksi dari AS dan Uni Eropa bersamaan dengan penyelenggaraan acara pelantikan Daniel Ortega dan Rosario Murillo untuk melanjutkan kepemimpinannya pada periode 2022-2027. Sementara Presiden Parlemen Nikaragua Gustavo Porra Cortez ditunjuk sebagai pelantik kedua suami istri tersebut. 

Upacara pelantikan Ortega juga dihadiri oleh tamu spesial, meliputi Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel, Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan Presiden Honduras Juan Orlando Hernández. Selain itu, Komite Nasional Kongres China Cao Jianming juga ikut hadir sebagai representatif dari Presiden Xi Jinping, dilansir Telesur

Dilaporkan CNN, Ortega menjadi presiden usai menyingkirkan dinasti Somoza pada 1979 dan berhasil melawan gerilya Contras yang didukung AS di tahun 1980-an. Namun, setelah terpilih kembali di tahun 2007, ia mulai menjalankan kebijakan kontroversial dengan menghapus batasan periode presiden. 

Bersama dengan istrinya Rosario Murillo, Ortega tak henti-hentinya berusaha untuk mengonsolidasi kekuatan dengan menunjuk pejabat loyal di pemerintahannya. Serta berusaha menguatkan cengkeraman sosial dan politik di Nikaragua. 

Baca Juga: Biden Larang Pejabat Nikaragua Masuk ke AS

Brahm . Photo Verified Writer Brahm .

-

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya