Comscore Tracker

Presiden Venezuela Tuduh AS Mau Curi Pesawat Emtrasur di Argentina

Emtrasur sudah masuk dalam sanksi AS

Jakarta, IDN Times - Presiden Venezuela, Nicolas Maduro pada Rabu (3/8/2022), menuding Amerika Serikat (AS) berusaha mencuri pesawat Emtrasur. Hal ini menanggapi permintaan dari Pemerintah AS agar Argentina tetap menahan pesawat milik maskapai Venezuela tersebut.  

Pesawat Emtrasur diketahui sudah ditahan di Bandara Ezeiza sejak awal Juni lalu karena membawa awak dari Venezuela dan Iran. Pesawat berjenis Boeing 747-300 diduga terlibat dalam penyelundupan senjata dan punya kaitan dengan pasukan IRGC (Islamic Revolutionary Guard Corps). 

Baca Juga: Presiden Venezuela Tuduh Kolombia Berniat Serang Fasilitas Listrik

1. Maduro sebut AS berniat mencuri properti yang dimiliki Venezuela

Pernyataan di atas diungkapkan Presiden Maduro untuk mengutuk tindakan Amerika Serikat yang dianggap punya niatan mencuri pesawat milik maskapai Venezuela yang masih ditahan di Argentina. 

"Sekarang mereka berniat untuk mencuri pesawat yang merupakan properti dari Venezuela. Sesuai mandat dari pengadilan imperial di Florida, AS, mereka ingin mencuri pesawat kargo besar modern tersebut," ungkap Maduro lewat saluran televisi milik negara, dilansir dari Mercopress.

"Saya menyerukan kepada seluruh warga Argentina agar memberi dukungan dalam mengambalikan pesawat Venezuela yang hendak dicuri. Pesawat tersebut difungsikan untuk menjalankan misi kemanusiaan dan difungsikan dalam membawa bantuan ke negara Karibia dan Afrika" sambungnya. 

Baca Juga: Drama Pesawat Emtrasur: Presiden Argentina Ungkap Duduk Perkaranya

2. AS sebut pesawat Emtrasur sudah melanggar sanksi

Pernyataan tersebut menanggapi permintaan dari Kementerian Hukum AS (DOJ) pada Selasa yang meminta Argentina untuk menyita pesawat milik maskapai Venezuela tersebut. Pasalnya, pesawat itu diduga punya kaitan dengan kelompok teroris internasional. 

DOJ juga mengungkapkan bahwa pesawat Boeing 747-300 itu menjadi subjek sanksi karena dijual dari maskapai Mahan Air ke Emtrasur pada tahun lalu. Hal itu diketahui melanggar hukum ekspor milik AS sebab pesawat tersebut merupakan buatan negeri Paman Sam. 

"Kementerian Hukum tidak akan menoleransi transaksi yang melanggar sanksi kami dan hukum ekspor kami," papar Asisten Jaksa Agung Matthew Olsen, dikutip dari Reuters.

Mahan Air sudah mendapatkan sanksi karena diduga memiliki hubungan dengan IRGC yang sudah dimasukkan dalam organisasi teroris di AS. Pada 2019, maskapai Conviasa juga dimasukkan dalam daftar teroris karena punya kaitan dengan pemerintahan Maduro. 

Baca Juga: Delegasi AS Diam-diam Pergi ke Venezuela, Mau Jalin Lagi Kerja Sama

3. Argentina perbolehkan 12 awak pesawat Emtrasur pergi dari negaranya

Presiden Venezuela Tuduh AS Mau Curi Pesawat Emtrasur di ArgentinaPesawat maskapai Emtrasur yang tengah mendarat. (twitter.com/CargoFacts)

Pengadilan Argentina lewat Hakim Federico Villena pada Senin, sudah memperbolehkan 12 dari 19 awak pesawat untuk meninggalkan negaranya. Meskipun, proses investigasi kepada pesawat tersebut masih dilangsungkan terkait keterkaitan dengan organisasi teroris. 

Namun, ia menjelaskan bahwa empat warga Iran dan tiga warga Venezuela masih diharuskan untuk berada di Argentina. Villena juga menekankan bahwa hubungan dengan IRGC tidak masuk dalam investigasi karena itu tidak dianggap sebagai organisasi teroris di Argentina. 

"Apa yang sedang diinvestigasi, apakah pesawat itu melanggar aktivitas hukum atau dibiayai oleh operasi terorisme, terutama Hezbollah. Selain itu, adanya keterlibatan dengan rencana terorisme yang akan dilakukan Hezbollah," tambahnya, dilansir Associated Press.

Selain diinvestigasi di Argentina, pesawat itu juga tengah diselidiki oleh Paraguay karena sempat berada di Ciudad del Este selama tiga hari. Pesawat itu, diketahui sudah mengirimkan rokok dari Paraguay ke Aruba. 

Brahm . Photo Verified Writer Brahm .

-

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya