Comscore Tracker

Terlibat Peretasan, Eks Pekerja Pemerintah Kanada Diekstradisi

NetWalker diduga berasal dari Rusia

Jakarta, IDN Times - Mantan pekerja pemerintahan Kanada bernama Sébastien Vachon-Desjardins telah diekstradisi ke Florida, Amerika Serikat pada Rabu (9/3/2022). Pasalnya, pria berusia 34 tahun itu disebut sebagai salah satu pelaku dalam kasus kriminal siber geng NetWalker di Amerika Serikat. 

Dikutip Daily Mail, geng NetWalker diketahui sudah menyasar rumah sakit di Amerika Serikat dan Kanada selama pandemik COVID-19. Namun, virus yang digunakan NetWalker sudah didesain agar tidak dapat menular di Rusia dan negara eks Uni Soviet lainnya. 

Proses ekstradisi Vachon-Desjardins dilakukan beberap hari setelah warga Ukraina, Yaroslav Vasinskyi (22) diterbangkan ke Amerika Serikat dari Polandia terkait kasus peretasan. Ia sudah ditangkap di Polandia pada Oktober lalu usai diadakannya operasi anti-ransomware global. 

1. RCMP temukan mata uang krypto senilai Rp403,3 miliar di rumah Vachon-Desjardins

Terlibat Peretasan, Eks Pekerja Pemerintah Kanada DiekstradisiIlustrasi Hacker (IDN Times/Mardya Shakti)

Pelaku yang bernama Sebastien Vachon-Desjardins berasal dari Gatineau, Quebec dan sudah ditangkap oleh RCMP (Royal Canadian Mounted Police) pada Januari 2021 lalu. Bahkan, ia sudah dijerat hukuman tujuh tahun penjara di negara asalnya terkait kasus ransomware

Kejaksaan menyebut bila pria 34 tahun itu bersalah lantaran sengaja menyebarkan virus ransomware dari geng NetWalker kepada perusahaan, pemerintahan, rumah sakit, dan kantor penegak hukum di tengah maraknya pandemik COVID-19. 

Ketika RCMP menggeledah rumahnya, mereka menemukan 719 Bitcoin, yang saat ini bernilai sekitar 28,15 juta dolar AS (Rp403,3 miliar). Sedangkan sesuai dalam profil LinkedIn miliknya, ia dikenal sebagai seorang konsultan IT untuk Departemen Pekerjaan Publik dan Pengadaan Kanada. 

Kendati demikian, pihak Pekerjaan Publik Kanada mengirimkan surat elektronik bahwa Vachon-Desjardins sudah tidak bekerja di departemen tersebut sejak 13 Januari lalu. Namun, pihak pemerintah menolak untuk menjawab pertanyaan lain soal asal usul dari pekerja itu, dikutip dari CBC

2. Vachon-Desjardins dituntut pasal berlapis di Amerika Serikat

Setelah dijerat hukuman tujuh tahun penjara atas kasus pencurian data komputer, pemerasan, pembayaran tebusan menggunakan mata uang krypto dan ikut berpartisipasi dalam keanggotaan organisasi kriminal. 

Dilansir Techcrunch, Vachon-Desjardins kini akan menghadapi jeratan hukum di AS yang menudingnya terlibat dalam konspirasi untuk melakukan pemalsuan komputer dan jaringan, berusaha merusak komputer yang sudah terlindungi dan mentransmisikan permintaan yang berkaitan dengan pengrusakan komputer. 

Apabila ia terbukti bersalah, maka ia diharuskan untuk menyerahkan lebih dari 27 juta dolar AS (Rp386,8 miliar) uang yang didapat dari keikutsertaannya dalam geng ransomware NetWalker. 

"Sesuai contoh dengan penyitaan mata uang krypto dari warga Kanada, kami akan menggunakan semua jalan secara legal untuk melakukan penyitaan dan memaksanya untuk menyerahkan semua uang tebusan, baik itu terletak di dalam negeri maupun di luar negeri" ungkap asisten Jaksa Agung, Kenneth Polite Jr.

"Departemen tidak akan menyerah untuk terus mencoba dan menyita uang tebusan dengan mata uang krypto. Pasalnya, ini akan menghalangi usaha pelaku ransomware untuk dapat menghindari aparat penegak hukum dengan menggunakan mata uang krypto" tambahnya. 

Baca Juga: Warga Kanada Tuntut Pembebasan 2 Pria Kanada di China

3. Sebanyak 17 perusahaan Kanada sudah terdampak serangan NetWalker

Terlibat Peretasan, Eks Pekerja Pemerintah Kanada DiekstradisiBendera Kanada di Alberta. (instagram.com/discover.alberta)

Investigasi dari RCMP kepada Vachon-Desjardins sudah dimulai pada Agustus 2020 ketika FBI meminta bantuan untuk mengidentifikasi terduga pelaku asal Kanada dari investigasi NetWalker. Bukti yang diberikan FBI kepada RCMP mengharuskannya untuk memulai penyelidikan pelaku di Kanada. 

Kemudian RCMP dan Kepolisian Gatineau sudah berhasil menangkap Vachin-Desjardins pada Januari 2021. Bahkan, penyitaan mata uang krypto ini disebut sebagai yang terbesar di Kanada berdasarkan jumlah nominal mata uang. 

Sebelum mengajukan naik banding, pengadilan sudah mendengar adanya informasi dari server asal Polandia jika Vachon-Desjardins adalah salah satu afiliasi paling menguntungkan dari kelompok NetWalker. 

Dari 20 TB data yang dipulihkan dari perangkat sitaan tersebut menunjukkan RCMP berhasil menganalisis jika terdapat 17 perusahaan Kanada yang menjadi target dari lelaki berusia 34 tahun itu. Hakim juga sudah meminta lebih dari 2,6 juta dolar Kanada (Rp29,2 miliar) sebagai ganti rugi bagi bisnis yang terdampak. 

Baca Juga: Kanada-Indonesia Gelar Pertemuan, Bahas Potensi Kopi Ijen

Brahm . Photo Verified Writer Brahm .

-

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya