Jakarta, IDN Times - Hampir 40 persen populasi dunia terpapar polusi ozon permukaan pada tingkat yang membahayakan sepanjang delapan bulan pertama 2026. Temuan ini dipublikasikan oleh Copernicus Atmosphere Monitoring Service (CAMS) pada Rabu (30/9/2026) dalam laporan bertajuk CAMS Atmosphere Watch. Tingginya paparan tersebut didorong oleh kombinasi antara panas ekstrem dan polusi udara akibat aktivitas manusia di berbagai belahan dunia.
Menurut CAMS, hanya sekitar lima persen penduduk global yang terpapar kadar ozon berkategori baik menurut pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Wilayah Asia tercatat sebagai kawasan yang paling terdampak oleh paparan ozon tersebut, disusul oleh Eropa dan Amerika Utara.
