Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Apa yang Terjadi pada Lapisan Ozon saat Kebakaran Hutan Melanda?

Apa yang Terjadi pada Lapisan Ozon saat Kebakaran Hutan Melanda?
Potret kebakaran hutan (unsplash.com/Miki Newbry)
  • Kebakaran hutan berintensitas tinggi dapat membentuk awan pyroCb yang mengangkat asap hingga stratosfer, seperti pada Australia 2019–2020, bahkan mencapai ketinggian 35 kilometer.
  • Aerosol asap di stratosfer menjadi media reaksi yang mengaktifkan klorin perusak ozon; setelah kebakaran Australia, HCl turun 50–60 persen sementara klorin reaktif meningkat.
  • Studi memperkirakan asap kebakaran Australia menurunkan total ozon 3–5 persen di lintang menengah selatan dan memperluas lubang ozon, tetapi dampaknya bergantung pada kondisi kebakaran serta atmosfer.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Ketika hutan terbakar dalam skala masif, dampaknya ternyata tidak berhenti pada kepulan asap yang menggelapkan langit. Dalam kondisi tertentu, asap kebakaran dapat menembus tropopause dan mencapai stratosfer, tempat sebagian besar ozon atmosfer berada. Di sana, partikel hasil pembakaran bisa memicu rangkaian reaksi kimia yang mengubah senyawa klorin sehingga berpotensi mempercepat penghancuran ozon.

Lantas, apa yang terjadi pada lapisan ozon saat kebakaran hutan berlangsung? Berikut penjelasannya.

  1. 1. Asap kebakaran dapat menembus sampai ke stratosfer

    Potret atmosfer Bumi
    Potret atmosfer Bumi (unsplash.com/Matteo Fusco)

    Sebagian besar asap kebakaran berada di troposfer, yaitu lapisan atmosfer tempat manusia menjalani aktivitas sehari-hari. Pada kebakaran berintensitas tinggi, kolom udara panas dapat membentuk awan badai yang disebut pyrocumulonimbus (pyroCb), lalu mengangkat asap beserta material pembakaran ke ketinggian ekstrem. Dilansir NASA, kebakaran Australia pada 2019–2020 menghasilkan plume yang terdorong sampai stratosfer melalui konveksi pyroCb, sebuah peristiwa yang belum pernah terlihat dalam skala serupa selama masa pengamatan misi Aura.

    Penelitian dalam Communications Earth & Environment juga menemukan plume kebakaran Australia membentuk pusaran asap di stratosfer yang bertahan selama lebih dari 13 minggu dan menempuh jarak 66.000 kilometer. Partikel asap bahkan terangkat hingga ketinggian 35 kilometer, jauh di atas wilayah atmosfer tempat sebagian besar asap kebakaran biasa berada. Kondisi semacam inilah yang membuka jalan bagi material hasil pembakaran demi berinteraksi dengan kimia ozon.

  2. 2. Partikel asap mengaktifkan klorin perusak ozon

    Potret asap kebakaran hutan
    Potret asap kebakaran hutan (pexels.com/Alexandre P. Junior)

    Asap yang mencapai stratosfer membawa aerosol berisi campuran senyawa karbon serta material lain dari pembakaran biomassa. Partikel tersebut menyediakan permukaan tempat berlangsungnya reaksi kimia yang mengubah bentuk senyawa klorin di atmosfer. Dalam riset yang diterbitkan Nature, Susan Solomon bersama timnya menemukan aerosol kebakaran mampu meningkatkan kelarutan hidrogen klorida atau HCl yang mendorong pembentukan klorin reaktif dalam mempercepat hilangnya ozon.

    Temuan satelit NASA mendukung rangkaian proses itu lewat perubahan komposisi kimia di stratosfer pasca kebakaran Australia. Konsentrasi HCl turun sekitar 50–60 persen dari rata-rata klimatologis, sementara ClO, bentuk klorin reaktif yang berkaitan dengan penghancuran ozon, mengalami peningkatan. Artinya, asap kebakaran tidak hanya menjadi lapisan partikel yang melayang di udara, melainkan bisa ikut mengubah panggung kimia tempat reaksi perusakan ozon berlangsung.

  3. 3. Penurunan ozon memang terukur, meski skalanya tidak seragam

    Konsentrasi ozon total di atas Antartika untuk minggu tanggal 7 September 2014
    Konsentrasi ozon total di atas Antarktika untuk minggu tanggal 7 September 2014 (commons.wikimedia.org/NOAA, Public domain)

    Dampak terhadap ozon tampak jelas dalam kasus kebakaran Australia 2019–2020. Analisis yang diterbitkan Nature memperkirakan kimia aerosol dari kebakaran berkontribusi pada peningkatan luas lubang ozon serta menghasilkan penurunan sekitar 3–5 persen pada total kolom ozon di wilayah lintang menengah belahan Bumi selatan. Angka tersebut memberi gambaran bahwa pengaruh kebakaran terhadap ozon bukan sekadar dugaan teoritis, tetapi telah ditopang pengamatan atmosfer dan pemodelan kimia.

    Kendati demikian, NASA menekankan perubahan kimia akibat asap kebakaran Australia menghasilkan perubahan ozon yang relatif kecil dibanding proses yang terjadi di pusaran kutub Antarktika. Pengaruh asap tersebut diperkirakan turut memperluas lubang ozon, namun tidak menjelaskan seluruh durasi ekstrem lubang ozon Antarktika tahun 2020. Jadi, kebakaran hutan pada umumnya tidak lantas ‘mengoyak’ lapisan ozon, sebab dampaknya bergantung pada intensitas api, ketinggian injeksi asap, komposisi aerosol, serta kondisi atmosfer yang menyertainya.

    Memahami bagaimana kebakaran berskala besar memengaruhi lapisan ozon merupakan hal penting untuk mengantisipasi perubahan kimia atmosfer. Dengan pemahaman tersebut, dampak kebakaran terhadap kesehatan atmosfer dan sistem iklim global dapat dikaji secara lebih menyeluruh.

    Referensi:

    Khaykin, S., Legras, B., Bucci, S., Sellitto, P., Isaksen, L., Tencé, F., ... & Godin-Beekmann, S. (2020). The 2019/20 Australian wildfires generated a persistent smoke-charged vortex rising up to 35 km altitude. Communications Earth & Environment, 1(1), 22.

    Solomon, S., Stone, K., Yu, P., Murphy, D. M., Kinnison, D., Ravishankara, A. R., & Wang, P. (2023). Chlorine activation and enhanced ozone depletion induced by wildfire aerosol. Nature, 615(7951), 259-264.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More