Comscore Tracker

Bocah 10 Tahun di Italia Tewas Setelah Ikuti Challenge di TikTok

Pihak Kejaksaan Italia telah membuka penyelidikan kasus ini

Roma, IDN Times - Karena kematian seorang anak berusia 10 tahun, Italia memutuskan untuk memblokir aplikasi berbagi video buatan Tiongkok, TikTok. Pihak Kejaksaan Italia telah membuka penyelidikan kasus ini pada hari Jumat, 22 Januari 2021, waktu setempat. Bagaimana awal ceritanya?

1. Berdasarkan syarat dan ketentuan, pengguna TikTok harus berusia minimal 13 tahun

Bocah 10 Tahun di Italia Tewas Setelah Ikuti Challenge di TikTokAplikasi TikTok. (Pixabay.com/travelsourced)

Dilansir dari The Guardian, pihak Kejaksaan Italia telah membuka penyelidikan atas kematian yang tidak sengaja seorang anak perempuan berusia 10 tahun yang diduga telah mengambil bagian dalam "blackout challenge" di aplikasi berbagi video, TikTok. Penyelidikan dilakukan ketika Italia mengumumkan telah memblokir sementara akses ke TikTok untuk pengguna yang usianya tidak dapat dibuktikan secara pasti. Berdasarkan syarat dan ketentuan, pengguna TikTok harus berusia minimal 13 tahun.

Anak tersebut meninggal di rumah sakit Palermo setelah ditemukan pada hari Rabu, 18 Januari 2021, lalu oleh saudara perempuannya yang berusia 5 tahun di kamar mandi dengan ponselnya, yang telah disita oleh polisi. Aplikasi TikTok, yang dimiliki oleh perusahaan Tiongkok lainnya, ByteDance, mengatakan pada hari Jumat, 22 Januari 2021, lalu bahwa pihaknya tidak dapat berhasil mengidentifikasi konten apapun di situsnya yang dapat mendorong gadis itu untuk berpartisipasi dalam tantangan semacam itu, tetapi membantu pihak berwenang dalam penyelidikan atas kemungkinan hasutan untuk bunuh diri.

Juru bicara TikTok mengatakan keamanan komunitas TikTok adalah prioritas utama mutlak dan untuk motif ini pihaknya tidak mengizinkan konten apapun yang mendorong, mempromosikan, atau mengagungkan perilaku yang dianggap berbahaya. Otoritas Perlindungan Data Italia mengatakan dalam sebuah pernyataan di hari yang sama bahwa mereka akan memblokir TikTok hingga 15 Februari 2021 ini, di mana tanggal tersebut TikTok harus memenuhi permintaan regulator.

2. Permainan 'blackout challenge' hampir mirip dengan permainan 'pass out challenge' yang viral awal tahun 2020 lalu

Bocah 10 Tahun di Italia Tewas Setelah Ikuti Challenge di TikTokIlustrasi penggunaan aplikasi TikTok. (Unsplash.com/joshsrose)

Permainan "blackout challenge" hampir mirip dengan permainan "pass out challenge" yang sempat viral awal tahun 2020 lalu, namun bedanya untuk "blackout challenge" mendorong orang untuk sesak napas sebisa mungkin sampai pingsan, sedangkan tantangan "pass out challenge" memungkinkan orang untuk menggerakkan kepalanya dari satu sisi ke sisi lain secepat mungkin hingga gerakan tersebut menyebabkan orang tersebut pingsan bagi yang melakukannya. Kedua permainan ini dianggap sangat berbahaya dan telah mendapatkan peringatan keras untuk dihindari oleh para anak muda maupun anak-anak di bawah umur. 

Akibat peristiwa ini, Badan Perlindungan Data Italia telah mengajukan gugatan terhadap TikTok pada bulan Desember 2020 lalu dengan menuding kurangnya perhatian terhadap perlindungan anak di bawah umur dan mengkritik kemudahan anak-anak di bawah umur dapat mendaftar sebagai pengguna TikTok. Kematian anak tersebut telah memicu reaksi keras di seluruh Italia dan menyerukan adanya regulasi jejaring media sosial yang lebih baik. Presiden Komisi Parlemen Italia untuk perlindungan anak, Licia Ronzulli, mengatakan jaringan media sosial tidak bisa menjadi hutan di mana segala sesuatu diperbolehkan.

Baca Juga: Jangan Pernah Lakukan! 5 Challenge Ini Dinilai Sangat Berbahaya

3. Beberapa waktu sebelumnya, TikTok juga mendapatkan kritikan keras karena telah mempromosikan diet ekstrim

Bocah 10 Tahun di Italia Tewas Setelah Ikuti Challenge di TikTokAplikasi TikTok. (pixabay.com/antonbe)

Pada bulan Desember 2020 lalu, TikTok telah mendapatkan kritikan keras atas sebuah konten yang dianggap telah mempromosikan diet ekstrim yang berpotensi mengancam nyawa dan masih ditemukan secara mudah di aplikasi tersebut. Sementara itu, TikTok telah memblokir penggunaan tagar dengan kata-kata yang berkaitan dengan diet ekstrim dengan melarang frasa berbahaya di semua mesin pencarian, termasuk saat mencari nama pengguna.

Sebuah akun pengguna TikTok menunjukkan pesan dari seorang perempuan yang mengatakan dia menginginkan tip banyak untuk menurunkan berat badan dalam jumlah yang sangat besar dengan cara yang ekstrim. TikTok sendiri telah memblokir sebanyak 6 akun pengguna karena melanggar pedoman komunitas tentang konten yang mempromosikan kebiasaan makan sehingga cenderung menyebabkan masalah kesehatan. Aplikasi tersebut telah menuai pro dan kontra sampai saat ini di berbagai negara di dunia hingga berujung pada pemblokiran di negara-negara tersebut.

Baca Juga: Jangan Pernah Lakukan! 5 Challenge Ini Dinilai Sangat Berbahaya

Christ Bastian Waruwu Photo Verified Writer Christ Bastian Waruwu

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya