Comscore Tracker

Inggris dan AS Yakin Iran Dalang Serangan ke Kapal Tanker

Mereka menyebut serangan itu tidak memiliki perasaan

London, IDN Times - Inggris dan Amerika Serikat dalam pernyataannya pada hari Minggu, 1 Agustus 2021, waktu setempat merasa yakin bahwa Iran menjadi dalang dibalik serangan terhadap kapal tanker MV Mercer Street yang terjadi beberapa hari yang lalu. Mereka menyebut serangan tersebut dinilai tidak berperasaan dan melanggar hukum. Bagaimana awal ceritanya?

1. Menteri Luar Negeri Inggris mengatakan Iran telah menggunakan satu atau drone lebih dalam serangan terhadap kapal tanker tersebut 

Inggris dan AS Yakin Iran Dalang Serangan ke Kapal TankerMenteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab. (Instagram.com/DominicRaab)

Dilansir dari BBC, dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu, 1 Agustus 2021, waktu setempat, Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab, mengatakan pihaknya yakin Iran telah menggunakan satu atau lebih drona terhadap kapal tanker MV Mercer Street yang menyebutnya disengaja, ditargetkan, dan jelas melanggar hukum internasional. Menurutnya, Iran harus mengakhiri serangan seperti itu dan kapal harus diizinkan untuk bernavigasi dengan bebas. Tak sampai di situ, serangan tersebut dianggap tidak memiliki perasaan.

Menteri Luar Negeri Inggris menjelaskan negaranya dan sekuutnya merencanakan tanggapan terkoordinasi atas serangan yang terjadi pada hari Kamis, 29 Juli 2021, malam waktu setempat di kapal tanker MV Mercer Street. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony Blinken, segera menyusul dengan mengatakan tidak ada pembenaran untuk serangan ini, yang mengikuti pola serangan dan perilaku agresif lainnya. Serangan terhadap MV Mercer Street menandai serangan fatal pertama yang diketahui setelah bertahun-tahun serangan terhadap pengiriman komersial di kawasan itu terkait ketegangan dengan Iran atas kesepakatan nuklirnya yang masih belum diketahui nasibnya sampai saat ini.

Meskipun tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, Iran dan sekutu milisinya telah menggunaan apa yang disebut drone "bunuh diri" dalam serangan sebelumnya, yang menabrak target dan meledakkan muatan bahan peledak mereka. Namun, baik Israel, Inggris, dan Angkatan Laut Amerika Serikat yang merespons belum menunjukkan bukti fisik dari serangan itu atau menawarkan informasi intelijen mengenai mengapa mereka menyalahkan Iran.

2. PM Israel mengatakan pihaknya tahu bagaimana cara menyampaikan pesan ke Iran dengan cara sendiri  

Inggris dan AS Yakin Iran Dalang Serangan ke Kapal TankerPerdana Menteri Israel, Naftali Bennett. (Twitter.com/IntelCube)

Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett, melangkah lebih jauh dari Raab dan Blinken dalam sambutannya pada hari Minggu, 1 Agustus 2021, waktu setempat di sebuah pertemuan kabinet, dengan membuat titik untuk menatap langsung ke arah kamera serta perlahan-lahan memperingatkanya bahwa pihaknya tahu bagaimana cara menyampaikan pesan kepada Iran dengan menggunakan caranya sendiri. Seorang pejabat Amerika Serikat mengatakan serangan pesawat tak berawak itu meledakkan sebuah lubang melalui bagian atas jembatan kapal tanker minyak, tempat kapten dan awak memimpin kapal itu. Pejabat itu berbicara dengan syarat anonim karena penyelidikan atas serangan itu masih berlangsung.

Angkatan Laut Amerika Serikat mengatakan kapal induk bertenaga nuklir Amerika USS Ronald Reagan serta kapal perusah berpeluru kendali USS Mitscher telah mengawal MV Mercer Street saat menuju ke pelabuhan yang aman. Di hari yang sama, informasi pelacakan satelit dari MarineTraffic.com menunjukkan kapal tanker itu berhenti di lepas pantai Fujairah di Uni Emirat Arab.

Baca Juga: Israel Salahkan Iran atas Serangan ke Kapal Tanker

3. Sebelumnya, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menggambarkan tuduhan itu tidak berdasar

Inggris dan AS Yakin Iran Dalang Serangan ke Kapal TankerBendera Iran. (Pixabay.com/jorono)

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, sebelumnya menggambarkan tuduhan bahwa Iran telah melakukan serangan itu sebagai tidak berdasar. Menurutnya, ini bukanlah pertama kalinya rezim Zionis membuat tuduhan kosong seperti itu terhadap Republik Islam Iran serta menambahkan ke mana pun rezim ini pergi, ia membawa ketidakstabilan, teror, dan kekerasan bersamanya. Tak lupa, dia mengatakan siapa yang menabur angin akan menuai angin puyuh.

Khatibzadeh berbicara sekitar 1 jam setelah Presiden Iran, Hassan Rouhani, mengakui bahwa pemerintahnya kadang-kadang tidak mengatakan sebagian dari kebenaran kepada publik selama masa jabatannya. Di sisi lain, Israel telah dicurigai melakukan serangkaian serangan besar di Iran dan pada pengiriman Iran, juga Iran melihat kapal perang terbesarnya baru-baru ini tenggelam secara misterius di Teluk Oman di dekatnya. Menurut analis setempat, Amos Harel, mengatakan Israel kemungkinan ingin memberikan pukulan keras dan itulah semangat pernyataan dari sumber-sumber politik di sana.

Baca Juga: Protes Krisis Air Iran: Satu Polisi Dikabarkan Tewas

Christ Bastian Waruwu Photo Verified Writer Christ Bastian Waruwu

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya