Comscore Tracker

Israel akan Luncurkan Dosis ke-4 Vaksin COVID-19

Israel konfirmasi 1 kematian akibat varian Omicron

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Israel dalam pernyataannya pada Selasa (21/12) waktu setempat mengumumkan berencana untuk meluncurkan dosis keempat vaksin COVID-19 demi menghadapi varian Omicron. Belum lama ini, Israel telah mengkonfirmasi 1 kematian akibat varian tersebut.

1. Perdana Menteri Israel menyambut baik rencana tersebut 

Dilansir dari BBC, Israel mengatakan pihaknya berencana untuk menjadi negara pertama yang meluncurkan dosis keempat vaksin COVID-19 saat negara itu bersiap menghadapi gelombang infeksi yang didorong oleh varian Omicron.

Pakar pandemi setempat telah merekomendasikan vaksin dosis keempat untuk usia di atas 60 tahun dan petugas kesehatan.

Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett, menyambut baik rencana tersebut dan mengatakan kepada para pejabat untuk mulai bersiap.

Itu terjadi ketika Israel mengkonfirmasi kematian pertama yang diketahui dari seorang pasien dengan varian Omicron pada Selasa waktu setempat.

Kementerian Kesehatan Israel mengatakan setidaknya ada 340 kasus varian yang diketahui di Israel.

Keputusan untuk meluncurkan vaksin dosis keempat masih menunggu persetujuan dari pejabat kesehatan senior setempat, namun kantor Perdana Menteri Israel mengatakan bahwa mereka berharap untuk memberikan dosis kepada orang-orang setidaknya 4 bulan setelah dosis ketiga mereka.

"Ini adalah berita luar biasa yang akan membantu kita melewati gelombang Omicron yang melanda dunia," ungkap pernyataan dari Perdana Menteri Israel yang dilansir dari BBC.

2. Salah satu anggota panel ahli menilai keputusan meluncurkan dosis keempat bukanlah keputusan mudah 

Baca Juga: MA Israel Tegakkan UU Israel Sebagai Negara Bangsa Yahudi

Salah satu anggota panel ahli setempat mengatakan bahwa keputusan untuk merekomendasikan dosis keempat bukanlah keputusan yang mudah.

"Kami belum benar-benar memiliki data tentang tingkat kekebalan, seperti yang kami lakukan ketika kami memutuskan dosis ketiga, tetapi di sisi lain, ada data yang sangat menakutkan di seluruh dunia," ungkap pernyataan dari salah satu anggota panel ahli, Prof. Galia Rahav, yang dilansir dari Reuters.com.

Menurutnya, jika dalam situasi seperti ini tidak segera bertindak, maka bisa ketertinggalan kereta.

Israel sendiri minggu ini telah memperluas larangan bepergian ke negara-negara termasuk Amerika Serikat, Jerman, Italia, Turki, dan Kanada untuk mencoba mengekang penyebaran virus.

Selain itu, pemerintah Israel mengatakan pihaknya juga menyetujui pengurangan kehadiran di kantor hingga 50 persen bagi karyawan sektor publik untuk mendorong lebih banyak pekerjaan jarak jauh.

Menteri Pertahanan Israel, Benny Gantz, memerintahkan Komando Depan Militer untuk mempersiapkan kemungkinan 5.000 kasus baru per hari.

3. Jumlah kasus COVID-19 di Israel sampai saat ini 

Israel akan Luncurkan Dosis ke-4 Vaksin COVID-19Suasana di sekitar salah satu wilayah yang berada di Israel. (Pixabay.com/Nick115)

Sampai hari Selasa waktu setempat, jumlah kasus COVID-19 di Israel sudah mencapai angka 1.357.974 kasus dengan rincian 8.232 kasus berakhir meninggal dunia serta 1.341.420 kasus berakhir sembuh.

Di hari yang sama, Israel mengalami penambahan kasus baru sebanyak 847 kasus baru. Dengan demikian, Israel saat ini berada di urutan ke-33 jumlah kasus COVID-19 terbanyak di dunia.

Ketika COVID-19 melanda, tampaknya di mana Israel memimpin, seluruh dunia mengikuti, dengan negara itu menawarkan kepada negara-negara lain pandangan sekilas tentang masa depan pandemi selama setahun lebih.

Israel telah berada di garis depan peluncuran vaksinasi untuk orang dewasa dan remaja serta memelopori paspor vaksin dan dalam beberapa bulan terakhir, telah mempelopori penggunaan vaksin tambahan.

Pada akhir Juli 2021 lalu, negara tersebut mulai menawarkan vaksin tambahan kepada mereka yang berusia di atas 60 tahun, sejak ahir Agustus 2021 lalu, vaksin tambahan telah tersedia untuk siapa saja yang berusia di atas 16 tahun, 5 bulan setelah dosis kedua vaksin mereka.

Saat ini, seseorang tidak dianggap divaksinasi sepenuhnya di Israel sampai mereka menerima dosis ketiga dari vaksin, begitu mereka memenuhi syarat.

Lebih dari 3 bulan berlalu, pejabat kesehatan Israel mengatakan datanya jeas bahwa vaksin tambahan membantu menurunkan gelombang keempat virus yang melanda negara itu pada Agustus 2021 hingga September 2021 lalu.

Namun, tiga dosis tampaknya masih belum cukup, dengan pengumuman menandai
pergolakan gelombang kelima COVID-19.

Baca Juga: Israel Luncurkan Rudal ke Suriah, Targetkan Pelabuhan

Christ Bastian Waruwu Photo Verified Writer Christ Bastian Waruwu

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya