Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Demo Kenaikan Biaya Kuliah, 107 Orang di Belgia Ditangkap
Aksi demonstrasi (magnific.com/storyset)
  • Ratusan pelajar dan mahasiswa di Liège memprotes rencana kenaikan biaya kuliah tahunan dari 835 euro menjadi 1.194 euro, serta menuntut perbaikan fasilitas pendidikan.
  • Aksi memanas di Place Saint-Lambert dengan pembakaran halte trem dan perusakan toko; polisi membubarkan massa menggunakan gas air mata serta meriam air dan menangkap 107 orang.
  • Setelah blokade jalan, penutupan toko lebih awal, dan pemeriksaan barang bawaan, aksi berikutnya di depan Athénée Léonie de Waha berlangsung tertib tanpa gesekan lanjutan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Aksi unjuk rasa ratusan pelajar dan mahasiswa di Kota Liège, Belgia, berujung ricuh hingga melumpuhkan sejumlah fasilitas publik. Gerakan protes berskala besar ini dipicu oleh aksi serupa yang lebih dulu merebak di Prancis terkait penolakan kebijakan pendidikan.

Aparat kepolisian setempat langsung dikerahkan ke titik kumpul massa guna membendung kerusuhan agar tidak merembet ke wilayah lain. Petugas mengambil tindakan pengamanan ketat setelah situasi di pusat kota dinilai tidak kondusif dan mengancam ketertiban umum.

1. Tuntutan penolakan kenaikan uang kuliah yang memberatkan

Gelombang penolakan ini berakar dari kebijakan baru Pemerintah Federasi Wallonia-Brussels. Kalangan mahasiswa menentang keras rencana kenaikan biaya kuliah tahunan dari 835 euro (Rp16,75 juta) menjadi 1.194 euro (Rp23,95 juta) karena dinilai semakin membebani keuangan keluarga.

Selain menolak kenaikan biaya pendidikan, massa menuntut perbaikan fasilitas penunjang belajar di sekolah dan kampus. Peserta aksi mengeluhkan ruang kelas yang terlalu padat serta terbatasnya akses terhadap buku pelajaran. Mereka menegaskan bahwa pendidikan adalah hak dasar bagi setiap warga negara.

Kemarahan mahasiswa dari komunitas berbahasa Prancis di Belgia ini kian memuncak menyusul maraknya demonstrasi serupa di negara tetangga.

"Saat kami sadar tidak akan ada perubahan tanpa protes, kami memutuskan untuk turun ke jalan," ujar salah satu mahasiswi, Amelia Di Salve, dilansir Al Jazeera.

2. Kericuhan di pusat kota berujung penangkapan massal

Situasi mulai memanas ketika sebagian demonstran membakar halte trem dan merusak sejumlah toko di kawasan Place Saint-Lambert. Akibat kerusakan tersebut, pengelola terpaksa menutup sementara stasiun kereta utama Liège-Guillemins demi keselamatan penumpang.

Aparat antihuru-hara merespons aksi massa yang memanas dengan menembakkan gas air mata serta mengerahkan meriam air untuk membubarkan kerumunan. Bentrokan di sekitar Universitas Liège ini meninggalkan kerusakan pada kaca toko-toko serta titik-titik api di jalan utama.

Aksi rusuh yang berlangsung hingga petang membuat polisi terpaksa mengambil tindakan tegas. Polisi mengamankan 107 orang atas dugaan perusakan fasilitas dan pembakaran properti.

3. Situasi berangsur kondusif lewat aksi damai

Untuk merespons memburuknya situasi keamanan, sistem peringatan darurat nasional Belgia mengimbau para pemilik usaha agar menutup toko lebih awal. Kepolisian juga memberlakukan blokade di jalan-jalan utama untuk menyekat pergerakan kelompok demonstran.

Aparat melakukan pemeriksaan ketat terhadap barang bawaan peserta aksi guna menyita senjata tajam sebelum massa mendekati kawasan perkantoran dan gedung pengadilan. Sehari setelah insiden tersebut, konsentrasi massa di depan sekolah Athénée Léonie de Waha mulai berlangsung kondusif tanpa ada gesekan lanjutan.

Para pelajar memilih menyampaikan aspirasi secara tertib agar tuntutan mereka mendapat respons positif dari pembuat kebijakan.

"Saya berharap keadaan kembali tenang dan perundingan damai bisa dibangun agar keinginan anak muda ini dapat didengar," ujar Wali Kota Liège, Willy Demeyer.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article