Belgia Minta Bantuan Uni Eropa untuk Atasi Kebakaran Hutan

- Kebakaran hutan di cagar alam High Fens, Belgia timur, meluas dari 1.600 menjadi 2.700 hektare dan disebut sebagai yang terbesar dalam sejarah modern Belgia.
- Sekitar 600 warga, wisatawan, dan anak perkemahan dievakuasi dari Waimes, Sourbrodt, serta Buetgenbach akibat perubahan angin dan asap pekat.
- Belgia mengaktifkan Mekanisme Perlindungan Sipil Uni Eropa, menerima helikopter, pesawat pemadam, serta personel dari beberapa negara untuk memperkuat operasi pemadaman.
Jakarta, IDN Times - Bencana kebakaran hutan melanda kawasan cagar alam High Fens di Belgia bagian timur pada Sabtu (15/8/2026). Musibah ini memaksa otoritas setempat mengevakuasi ratusan warga serta mengaktifkan bantuan darurat internasional dari Uni Eropa.
Pemerintah Belgia terus mengerahkan seluruh armada untuk memadamkan api yang meluas dengan cepat. Warga di sekitar lokasi kejadian diimbau untuk tetap mengungsi hingga situasi benar-benar terkendali.
1. Luas kebakaran membesar dan catatkan rekor terparah
Kebakaran yang terjadi sejak Jumat (14/8/2026) ini membesar secara signifikan dari 1.600 hektare menjadi 2.700 hektare hanya dalam beberapa jam. Lonjakan suhu hingga 37 derajat Celsius memicu kobaran api cepat melahap lahan gambut serta hutan pinus dekat perbatasan Jerman. Catatan ini menjadikan musibah tersebut sebagai kebakaran hutan terbesar sepanjang sejarah modern Belgia.
"Saya terkejut dengan cepatnya pergerakan api dan luasnya kerusakan yang ditimbulkan," ujar Menteri Dalam Negeri Belgia, Bernard Quintin, dilansir BBC.
Medan cagar alam yang terjal menyulitkan petugas memadamkan api dari darat. Tim pemadam fokus memblokir batas permukiman guna mencegah kobaran api merambat lebih luas.
2. Ratusan warga dan wisatawan dievakuasi
Perubahan arah angin dan kepulan asap pekat memaksa petugas menginstruksikan evakuasi bagi sekitar 600 warga di Desa Waimes, Sourbrodt, dan Buetgenbach. Selain penduduk lokal, para wisatawan serta anak-anak perkemahan musim panas turut dipindahkan ke tempat penampungan sementara di gedung olahraga distrik tetangga.
"Asap tebal menyelimuti wilayah ini sehingga kita tidak bisa melihat apa pun," kata seorang pemilik restoran di Waimes, David Rodolfs.
Petugas gabungan terus disiagakan di perbatasan desa untuk menghalau laju api. Juru bicara otoritas regional Wallonia, Nicolas Yernaux, menyatakan seluruh sumber daya telah dikerahkan guna melindungi rumah warga dari ancaman kebakaran.
3. Bantuan armada udara internasional mulai beroperasi
Guna mengatasi keterbatasan jalur darat, Pemerintah Belgia mengaktifkan Mekanisme Perlindungan Sipil Uni Eropa. Organisasi tersebut mengirimkan tiga helikopter dan dua pesawat pemadam air dari Republik Ceko, Swedia, serta Belanda.
Pasukan pemadam dari Jerman dan Luksemburg turut memperkuat personel domestik di lapangan. Para petani lokal juga membantu menyiramkan air menggunakan armada pertanian ke area sekitar permukiman.
"Kami belum pernah mengalami musim kebakaran yang bermula begitu cepat dan mencapai wilayah utara," kata Komisioner Eropa, Hadja Lahbib, dilansir DW.
Gubernur Provinsi Liege, Herve Jamar, menyampaikan terima kasih mendalam atas dukungan dari negara sahabat serta bantuan warga lokal dalam upaya pemadaman ini.





















