Jakarta, IDN Times - Sedikitnya 31 aktivis dilaporkan terluka saat Israel mencegat sejumlah kapal dari armada Global Sumud Flotilla (GSF) yang membawa bantuan ke Gaza di perairan internasional. Para aktivis tersebut berasal dari berbagai negara, termasuk Selandia Baru, Australia, Italia, Amerika Serikat (AS), Inggris hingga Kanada.
GSF mengatakan bahwa sejak Rabu (29/4/2026), sedikitnya 22 kapal telah dicegat oleh militer Israel di dekat pulau Kreta, Yunani, sementara 47 kapal yang tersisa masih berlayar. Organisasi relawan peduli Palestina itu menyebutkan sedikitnya 168 aktivis yang berada di kapal telah dibawa ke Kreta, sementara dua lainnya masih ditahan oleh pihak berwenang Israel.
Armada tersebut, yang berangkat dari Spanyol, Prancis dan Italia, mulai berlayar 2 pekan lalu dengan tujuan menembus blokade Israel di Gaza. Setiap kapal membawa sekitar satu ton makanan, pasokan medis, dan peralatan penting lainnya.
