Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Global Sumud Flotilla Bakal Berlayar ke Gaza Bulan Depan

ilustrasi kapal (pexels.com/Pixabay)
ilustrasi kapal (pexels.com/Pixabay)
Intinya sih...
  • Operasi pencegatan Israel terjadi dua gelombang pada 2025
  • Persiapan misi 2026 diperluas lintas sektor
  • Rencana melibatkan lebih dari seribu tenaga medis dan kelompok pembangun
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Kelompok aktivis internasional yang tergabung dalam Sumud Flotilla menyatakan tengah menyiapkan operasi baru dengan skala jauh lebih besar untuk menuju Jalur Gaza sepanjang 2026. Rencana tersebut muncul setelah upaya serupa pada tahun lalu berhasil digagalkan oleh Israel.

Perjalanan pada akhir Agustus 2025 melibatkan puluhan kapal yang mengangkut ratusan relawan dari berbagai negara di dunia. Untuk misi lanjutan, keberangkatan dirancang dimulai dari Barcelona pada 29 Maret 2026 dengan sasaran melibatkan lebih dari seratus kapal serta ribuan peserta, dilansir dariYeni Safak.

1. Operasi pencegatan Israel terjadi dua gelombang

ilustrasi militer (pexels.com/Somchai Komkamsri)
ilustrasi militer (pexels.com/Somchai Komkamsri)

Pada 2025 Angkatan Laut Israel menghentikan pergerakan flotilla dalam rangkaian operasi yang terbagi menjadi dua gelombang. Penangkapan tahap pertama dilakukan terhadap 41 kapal pada 1 Oktober 2025, lalu diikuti penyitaan sembilan kapal lain sekitar satu minggu sesudahnya. Jumlah orang yang diamankan dalam operasi tersebut mencapai lebih dari 450 aktivis. Di dalam kelompok itu terdapat sejumlah nama terkenal seperti Greta Thunberg dari Swedia, anggota Parlemen Eropa Rima Hassan, Mandla Mandela yang merupakan cucu Nelson Mandela, serta lebih dari 20 warga negara Malaysia, dengan total peserta berasal dari 45 negara.

Sebagian aktivis yang sempat ditahan menyampaikan bahwa mereka mengalami perlakuan kasar dan tekanan mental selama berada dalam penguasaan pihak Israel pascapenyergapan. Kejaksaan Israel menyebut operasi pada 2025 sebagai tindakan yang belum pernah ada sebelumnya dari sisi skala maupun cakupan, tersusun secara terpusat, serta bergerak layaknya formasi kapal militer. Pemerintah Israel berpandangan bahwa rangkaian misi flotilla tersebut bersama kegiatan sebelumnya hanya merupakan aksi pencarian perhatian publik.

2. Persiapan misi 2026 diperluas lintas sektor

ilustrasi seorang pria mengibarkan bendera Palestina dan memakai kaos bertuliskan “Free Palestine” (pexels.com/Alfo Medeiros)
ilustrasi seorang pria mengibarkan bendera Palestina dan memakai kaos bertuliskan “Free Palestine” (pexels.com/Alfo Medeiros)

Dalam rencana terbaru, pihak penyelenggara menyusun keterlibatan lebih dari seribu tenaga medis yang meliputi dokter, perawat, serta beragam profesional kesehatan lainnya, disertai kelompok pembangun berwawasan lingkungan dan tim penyelidik kejahatan perang. Armada kapal dijadwalkan berlabuh di Tunisia, Italia, serta sejumlah pelabuhan lain di kawasan Mediterania guna merekrut partisipan tambahan dan menambah pasokan logistik.

Pendekatan multidisiplin yang diterapkan kali ini dinilai sebagai pengembangan besar dibandingkan misi 2025 yang terutama menitikberatkan pada pengiriman bantuan kemanusiaan. Informasi mengenai rencana tersebut diumumkan melalui konferensi pers yang ditayangkan langsung dari Nelson Mandela Foundation di Johannesburg. Mandla Mandela menyampaikan pandangannya dalam acara itu.

“Ini adalah perjuangan … bagi mereka yang ingin bangkit dan berdiri untuk keadilan dan martabat bagi semua. Kami ingin memobilisasi … komunitas global untuk bergabung dengan kami,” katanya, dikutip dari Jerusalem Post

3. Konvoi darat turut disiapkan dukung misi

ilustrasi bendera Palestina (pexels.com/Alfo Medeiros)
ilustrasi bendera Palestina (pexels.com/Alfo Medeiros)

Di samping perjalanan laut, panitia juga merancang pelaksanaan Sumud land convoys Satu konvoi akan bergerak dari kawasan Afrika Utara, menembus wilayah Mesir, lalu menuju perbatasan Rafah dengan membawa bantuan berupa perlengkapan medis, bahan makanan, dan kebutuhan lain, didampingi dokter, insinyur, serta berbagai tenaga ahli. Rute konvoi kedua direncanakan berangkat dari Asia Selatan, tetapi detail pelaksanaannya akan diumumkan pada waktu berikutnya. Seorang aktivis mengungkapkan bahwa inisiatif tersebut dianggap penting karena akses melalui perbatasan Rafah masih sangat dibatasi.

“Jadi koridor-koridor bertenaga manusia ini adalah tanggung jawab kami, dan kami benar-benar harus mengambil tanggung jawab kami sebagai orang-orang dari seluruh dunia,” katanya, dikutip dari Saudi Gazzete.

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim telah menegaskan pada 2026 bahwa pemerintah Malaysia akan berpartisipasi langsung dalam misi Sumud yang akan datang.

Pihak penyelenggara menyebut program ini sebagai pilihan lain dari gagasan Trump, dengan menempatkan rakyat Palestina sebagai pihak yang berhak menentukan proses pembangunan kembali wilayah mereka sendiri. Kegiatan itu dipaparkan sebagai langkah yang sejalan dengan ketentuan hukum maritim internasional serta bertujuan menentang pembatasan yang diberlakukan Israel terhadap akses menuju Gaza dan menarik perhatian dunia pada situasi kemanusiaan di sana, meskipun kapal-kapal yang terlibat tidak benar-benar memasuki wilayah Gaza.

“Kami mungkin belum mencapai Gaza secara fisik (tetapi) kami telah mencapai … rakyat di Gaza. Mereka tahu bahwa kami peduli, bahwa kami tak akan berhenti pada apa pun sampai kami benar-benar mematahkan pengepungan,” kata Aktivis, Susan Abdallah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More

KPK Terima Info PPATK, Waka PN Depok Diduga Terima Gratifikasi Rp2,5 M

07 Feb 2026, 09:19 WIBNews