“Saya masih tidak melihat manfaat dari inisiatif yang tidak menguntungkan rakyat Gaza dan malah memberi kita lebih banyak masalah untuk dipecahkan, seolah-olah kita belum memiliki cukup masalah. Kami telah secara terbuka mengutuk inisiatif ini dan kami telah melakukannya kepada para narasumber Israel kami yang telah banyak kami hubungi hari ini,” ujar Meloni pada Kamis (30/4/2026), seperti dilansir Anadolu Agency.
Italia Sebut Relawan Sumud Flotilla Cuma Jadi Masalah buat Palestina

- Pemerintah Italia menilai kegiatan Global Sumud Flotilla (GSF) tidak memberi manfaat bagi warga Gaza dan justru menambah masalah dalam upaya membantu Palestina.
- Perdana Menteri Giorgia Meloni menegaskan bantuan GSF dianggap tidak terkoordinasi secara internasional dan berpotensi memicu ketegangan baru dengan Israel.
- Israel beberapa kali mencegat kapal GSF, termasuk pada 2025 dan 2026, dengan menahan relawan serta menggagalkan pengiriman bantuan kemanusiaan ke Palestina.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Italia menyebut organisasi relawan Global Sumud Flotilla (GSF) hanya menjadi masalah tambahan untuk Palestina. Sebab, menurut Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, semua kegiatan yang dilakukan GSF sama sekali tidak memberikan manfaat untuk warga Palestina yang terdampak serangan Israel, terutama yang berada di Gaza.
1. Anggota GSF terdiri dari berbagai negara

Sebagai informasi, GSF merupakan organisasi relawan peduli Palestina yang anggotanya berasal dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Organisasi ini berfokus untuk memberikan bantuan kemanusiaan dan dukungan moral ke warga Palestina yang terdampak serangan Israel. Mereka kerap mengirim bantuan-bantuan tersebut menggunakan kapal besar.
Sayangnya, meski berniat baik, aksi yang dilakukan GSF ini kerap ditentang oleh berbagai pihak, termasuk oleh Italia. Sebab, Meloni menganggap bantuan yang disalurkan oleh GSF ke Palestina tidak terkoordinasi dengan baik.
Bagi Meloni, kunci membantu Palestina adalah melalui bantuan yang terkoordinasi secara internasional, bukan melalui aksi-aksi sporadis dari kelompok relawan yang dianggap bisa memicu kekacauan tambahan di wilayah konflik.
2. GSF dianggap hanya menambah ketegangan dengan Israel

Selain itu, Meloni juga menganggap aksi yang dilakukan GSF juga hanya menambah ketegangan dengan Israel. Sebab, Israel kerap kali naik pitam setiap kali mengetahui GSF menyalurkan bantuan untuk Palestina. Mereka kerap mencegat kapal GSF dan menangkap anggota mereka yang terlibat dalam pengiriman bantuan kemanusiaan ke Palestina.
Pada Kamis (29/4/2026) malam lalu, misalnya, GSF mengatakan bahwa Israel telah mencegat 15 dari dari 58 kapal mereka yang ingin mengirim bantuan ke Palestina. Selain itu, kata GSF, Israel juga menyandera anggota mereka yang ada di dalam kapal tersebut.
“Lima belas kapal kami diculik dan orang-orang kami di laut masih belum ditemukan,” bunyi pernyataan GSF dilansir Times of Israel.
3. Israel juga pernah mencegat kapal GSF pada 2025

Kejadian serupa juga pernah terjadi pada akhir Agustus 2025 lalu. Saat itu, GSF melakukan pelayaran ke Palestina menggunakan puluhan kapal. Di dalam kapal tersebut, ada bantuan kemanusiaan untuk warga Palestina di Gaza dan di Tepi Barat. Sayangnya, nasib buruk harus menimpa GSF di tengah perjalanan.
Dilansir Jerusalem Post, kapal GSF kala itu dicegat oleh pasukan militer Israel (IDF). IDF juga berhasil menahan lebih dari 400 relawan GSF yang ada di kapal itu. Beruntungnya, tidak lama kemudian, mereka semua dibebaskan dan dipulangkan ke negara asalnya.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, Menteri Pertahanan Israel Katz, dan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir, diduga menjadi dalang di balik pencegatan itu. Mereka diduga sengaja memerintahkan IDF untuk mencegat kapal dan memulangkan seluruh anggota GSF agar gagal tiba di Palestina.

















