Diduga Kepalai Kartel Narkoba, Pemain Bola Ekuador Ditangkap Polisi

Jakarta, IDN Times - Seorang pesepak bola Ekuador bernama Gabriel Cortéz ditangkap polisi pada Jumat (22/4/2022). Pemain sepak bola berusia 26 tahun itu diduga memiliki hubungan dengan geng kriminal penyelundup narkoba di Ekuador.
Belakangan ini, Ekuador tengah digegerkan dengan kerusuhan antargeng kriminal di dalam penjara yang tak kunjung usai. Bahkan, kasus kekerasan tidak hanya terjadi di dalam penjara, tetapi sudah merembet di luar penjara yang mengakibatkan maraknya kasus pembunuhan.
Pekan lalu, sudah terjadi kasus pembunuhan kepada tujuh orang anggota keluarga di Esmeraldas yang berbatasan dengan Kolombia. Diduga pelaku merupakan pembunuh bayaran yang ditugaskan untuk mengeksekusi para korban, dilansir DW.
1. Gabriel Cortez diduga punya hubungan dengan geng kriminal
Gabriel Cortéz diringkus dalam upaya aparat menumpas geng kriminal yang beroperasi di Emeraldas. Meskipun namanya tidak disebutkan, tetapi penangkapan pemain berusia 26 tahun itu diketahui dari pernyataan langsung Menteri Dalam Negeri Patricio Carillo.
Hal ini cukup disayangkan lantaran Cortez merupakan salah satu pemain top dan salah satu pencetak gol terbanyak di Liga Ekuador. Ia berhasil menorehkan catatan tujuh gol dalam sembilan pertandingan di awal kompetisi yang membuat klubnya, Barcelona Guayaquil memuncaki klasemen sementara.
Setelah namanya terungkap, pihak Barcelona memberikan pernyataan bahwa klubnya tidak bertanggung jawab dan tidak memiliki hubungan dengan geng kriminal yang diduga bersekongkol dengan Cortez.
"Barcelona Sporting Club akan menghargai seluruh proses dan investigasi yang dilakukan oleh badan peradilan. Di saat yang sama, dapat ditekankan bahwa seluruh aktivitas yang dilakukan oleh pemain, pekerja, dan manajer tidak ada hubungannya dengan institusi, sehingga tidak ada tanggung jawab apapun bagi klub," ungkap pihak klub Barcelona Guayaquil, dikutip dari Infobae.
"Kami akan melanjutkan untuk memantau proses dan menunggu resolusi yang diambil oleh Badan Yudisial untuk mengambil tindakan yang sesuai di saat yang tepat," tambahnya.
2. Terdapat 18 orang yang ditangkap oleh aparat kepolisian Ekuador
Di samping Cortez, terdapat 17 orang lain yang ditangkap dalam operasi tersebut. Bahkan, tiga di antara para terduga pelaku merupakan anggota kepolisian yang masih aktif.
Sementara itu, Carrillo menyebut bahwa Cortez tidak hanya memiliki hubungan dengan geng Los Tiguerones, tapi juga beberapa geng kriminal di Ekuador lainnya.
"Kami rasa ia tidak hanya menjadi anggota Los Tiguerones. Kami percaya bahwa ia merupakan orang yang memerintahkan dan menerima informasi berkaitan dengan pembunuh bayaran yang telah melakukan sejumlah aksi pembunuhan," ungkap Carrillo., dilaporkan The Sun.
Pada Kamis (21/4/2022), Kepolisian Ekuador sudah menangkap 28 terduga anggota geng kriminal di Guayaquil dan Duran. Kantor Kejaksaan Ekuador menyebut bahwa puluhan terduga pelaku itu punya hubungan dengan kasus pemenggalan, pembunuhan, dan penculikan.
"Kami berupaya memberantas semua pasukan bersenjata organisasi kriminal yang secara geopolitik berasal dari mafia Kolombia-Meksiko dan Amerika Latin lainnya. Ini tidak akan berhenti di sini saja, kami akan melanjutkan operasi ini," tutur Carillo.
3. Operasi dikhususkan untuk meringkus geng kriminal Los Tiguerones
Operasi yang dijuluki 'Gran Impacto 10' sudah dilancarkan Polisi Nasional dan Kantor Kejaksaan Ekuador untuk memberantas geng kriminal Los Tiguerones. Pasalnya, geng itu disebut memiliki hubungan dengan Oliver Sinisterra Front yang merupakan pembelot FARC yang beroperasi di perbatasan Ekuador.
Los Tiguerones dikenal sebagai geng kriminal yang melakukan berbagai aktivitas kriminal, termasuk penyelundupan narkoba, terorisme, pembunuhan, pemerasan, dan penyelundupan senjata. Selain itu, geng itu diduga memiliki kaitan dengan kasus penculikan dan pembunuhan tiga jurnalis Ekuador pada 2018.
Kepolisian Ekuador menyebut bahwa penangkapan ini berdasarkan dari penyelidikan yang dilakukan selama empat bulan. Setelah itu, pihak Kantor Kejaksaan memberikan perintah penangkapan kepada para terduga pelaku.
Dilaporkan Reuters, operasi ini juga berkaitan dengan kebijakan Presiden Guillermo Lasso yang berjanji untuk meringkus geng kriminal yang telah berpengaruh besar terhadap keamanan di Ekuador belakangan ini. Maka dari itu, pemerintah menerjunkan polisi dan personel militer ke jalan untuk meringkus geng kriminal.