Eks Wapres Ekuador Dibebaskan dari Penjara karena Nyawanya Terancam

Jakarta, IDN Times - Mantan Wakil Presiden Ekuador, Jorge Glas, resmi dibebaskan dari penjara pada Minggu (10/4/2022). Pembebasan ini dilakukan setelah hakim memutuskan jika keselamatannya dalam resiko besar apabila ia tetap ditempatkan di dalam penjara di Ekuador.
Politikus berusia 52 tahun itu dikenal sebagai mantan wakil presiden pada masa pemerintahan Presiden Rafael Correa mulai Mei 2013 hingga Mei 2017. Ia juga sempat ditunjuk sebagai wakil presiden pada kepemimpinan Presiden Lenin Moreno, tapi hanya bertahan hingga Agustus 2017.
1. Dibebaskan lantaran keamanan Glas terancam di dalam penjara
Keputusan untuk membebaskan Glas ditetapkan oleh hakim Diego Moscoso di Pengadilan Provinsi Santa Elena pada Sabtu (9/4/2022).
"Berdasarkan putusan hukum sebelumnya, Glas dihukum atas tiga kesalahan, dua di antaranya sudah dilakukan, yakni terkait kasus kriminal suap dan hubungan dengan entitas ilegal. Sedangkan, proses untuk kasus korupsi penyelewengan uang negara masih akan ditetapkan nantinya," ungkap Moscoso.
Dilansir Reuters, seorang anggota parlemen dan sekutu utama Glas bernama Fausto Jarrin mengungkapkan kepada jurnalis bahwa pembebasannya ini lantaran keselamatannya terancam di dalam penjara.
"Jorge sudah mendapatkan kebebasan melalui habeas corpus, yang mana putusan hukumnya sudah dilanggar dan adanya ketidakamanan dan ketidakstabilan di dalam penjara. Ini artinya pusat memberikan kebebasan untuk menjaga kondisi kesehatan Jorge," ungkap Jarrin.
2. Glas sudah mendekam di dalam penjara selama 4,5 tahun
Dikutip Telesur, Glas sudah ditetapkan bersalah atas kasus korupsi lantaran menerima uang suap dari perusahaan konstruksi asal Brasil, Odebrecht. Kemudian, ia sudah dijebloskan ke dalam penjara sejak 2017 silam.
Kasus kriminal yang dilakukannya berlangsung pada periode kedua kepemimpinanya dan dijerat tiga tuntutan sekaligus. Salah satunya menerima uang suap dari Odebrecht, dan lainnya terkait penerimaaan uang ilegal untuk kampanye politiknya dan terkait kontrak minyak bumi.
Glas dilaporkan sudah menjalani hukuman atas kasus hubungan ilegal dengan Odebrecht sekitar 4,5 tahun dari total enam tahun. Sementara atas dua kasus lainnya, ia mendapatkan hukuman penjara selama delapan tahun. Namun, ia akan mengajukan banding di Pengadilan Nasional pada 11 Mei nanti.
Sedangkan, kasus kontrak migas di Singue juga menyeret bebrapa pejabat lain, yakni eks Menteri Hidrokarbon, Wilson Pástor dan eks deputi Menteri Hidrokarbon, Carlos Pareja Yannuzzelli dan manajer konsorsium bernama Cesar Guerra dikenakan hukuman delapan tahun penjara lantaran terbukti membantu Glas, dilaporkan dari El Universo.
3. Pembebasan terkait insiden kerusuhan di dalam penjara Ekuador
Pengacara Glas, Edison Loaiza, mengatakan bahwa kliennya sudah meminta pengajuan banding setelah terjadinya kerusuhan di penjara tempatnya menjalani hukuman. Loaiza menyebut, pertikaian mematikan itu menimbulkan korban jiwa dan Glas terpaksa direlokasi dan membuat habeas corpus dapat diambil.
Selain itu, Loaiza juga memberikan komentar bahwa dokter dari sistem kesehatan nasional telah mengonfirmasi kesehatannya dan menyatakan jika mantan wakil presiden berusia 52 tahun itu dalam kondisi yang tidak sehat, dikabarkan dari EFE.
Meski dibebaskan, Glas tidak diperbolehkan meninggalkan Ekuador dan harus memberikan laporan setiap satu bulan sekali. Namun, proses hukum terhadap Glas, Correa beserta beberapa pemimpin La Revolución Ciudadana disebut sebagai kasus persekusi politik.
Pada September 2021, Working Group on Arbitrary Detention (WGAD) dari PBB sudah mendesak Presiden Guillermo Lasso untuk segera melindungi keamanan dan kesejahteraan Glas. Pasalnya, hal ini mengharuskan adanya kebijakan alternatif, termasuk membebaskan lebih awal narapidana yang terjerat kasus hukum.