Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
DK PBB Rapat Darurat usai Iran Diserang AS-Israel
Ilustrasi Dewan Keamanan PBB. (dok. Sonya M)
  • DK PBB menggelar sidang darurat menanggapi serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran, dipimpin Inggris atas permintaan Prancis, Bahrain, dan Kolombia.
  • Sekjen PBB Antonio Guterres mengecam penggunaan kekuatan tersebut dan menyerukan gencatan senjata serta deeskalasi demi menjaga stabilitas kawasan.
  • Presiden RI Prabowo Subianto menawarkan diri sebagai mediator untuk memfasilitasi dialog damai di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

New York, IDN Times - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) bakal menggelar sidang darurat pada hari ini menyusul serangan Israel dan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran. Sidang dijadwalkan bakal dimulai sekitar pukul 16.00 waktu setempat.

Dilansir dari laman resmi PBB, Sabtu (28/2/2026), sidang darurat ini digelar atas permintaan Prancis, Bahrain dan Kolombia, dan akan dipimpin oleh Inggris yang saat ini menduduki kursi presiden DK.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres juga mengutuk serangan hari ini.

“Penggunaan kekuatan oleh AS dan Israel terhadap Iran, dan pembalasan sebaliknya di seluruh wilayah, merusak perdamaian dan keamanan internasional,” kata Guterres.

Ia menyerukan gencatan senjata dan deeskalasi segera. “Ini akan memicu konflik regional yang lebih luas dengan konsekuensi serius bagi warga sipil dan stabilitas regional,” tegas Guterres.

1. Prabowo tawarkan diri jadi mediator

Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump dalam penandatanganan Board of Peace Charter. (Dok. The White House)

Sementara itu, Presiden RI Prabowo Subianto menawarkan diri menjadi mediator terkait eskalasi saat ini. Hal ini diungkapkan dalam pernyataan Kementerian Luar Negeri RI. 

“Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif dan apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi,” kata Kemlu RI di akun X @Kemlu_RI.

Dalam pernyataan tersebut, Indonesia kembali menekankan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara serta menyelesaikan perbedaan melalui cara damai.

2. Israel luncurkan rudal ke Iran

Pada Sabtu pagi waktu Iran, Israel melancarkan serangan rudal besar-besaran ke ibu kota Teheran. Aksi Israel ini juag mendapat dukungan penuh dari Presiden AS Donald Trump, di mana ia mengonfirmasi bahwa AS ikut menyerang Iran.

“Serangan gabungan tersebut demi membela keamanan warga AS,” tegas Trump.

3. Timur Tengah bergejolak

Membalas serangan Israel dan As, Iran langsung meluncurkan serangan balasan ke Israel dan sejumlah markas besar AS di berbagai negara di wilayah Timur Tengah.

Laporan Al-Jazeera menyebut, pascaserangan tersebut, ledakan juga terjadi di wilayah negara lain yakni Qatar, Bahrain, dan Kuwait. Bahrain telah mengonfirmasi bahwa markas besar Armada ke-5 Angkatan Laut AS telah menjadi sasaran serangan rudal.

Selain itu, sebuah ledakan keras juga terjadi di ibu kota Uni Emirat Arab, Abu Dhabi. Ledakan serupa juga disebut terjadi di Manama, Bahrain. Kini ketiga negara tersebut telah menutup wilayah udaranya.

Editorial Team