tentara Israel di Lebanon selatan. (wikimedia/IDF Spokesperson's Unit)
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu telah memerintahkan pembentukan proyek khusus untuk melawan tantangan drone Hizbullah. Israel dilaporkan telah mengucurkan dana sebesar 700 juta dolar AS (sekitar Rp12,3 triliun) untuk mengembangkan sistem pertahanan radar portabel khusus infanteri.
Pasukan Israel di lapangan mulai diinstruksikan menggunakan jaring pelindung seluas ratusan ribu meter persegi guna menutupi seluruh kendaraan lapis baja. Namun, pasokan jaring pengaman darurat ini masih terbatas sehingga belum sanggup mengamankan seluruh titik rawan.
Militer Israel bahkan harus menguji coba senapan berburu yang disita dari markas Hizbullah sebagai senjata pencegat alternatif. Peluru senapan tabur dinilai jauh lebih efektif dalam memperluas area benturan saat ditembakkan dari jarak dekat ke arah drone.
"Penanganan ancaman drone tidak bisa semata mengandalkan sistem pertahanan. Masalah ini terkait erat dengan pemutusan rantai pasokan, pimpinan divisi drone Hizbullah, dan tentunya menargetkan para peluncurnya sendiri," tutur seorang pejabat keamanan Israel, dilansir Ynet.