Jakarta, IDN Times - Israel dilaporkan telah mengirim alat penangkal drone untuk tentara Lebanon. Menurut keterangan pasukan militer Israel (IDF) pada Kamis (14/5/2026), alat tersebut digunakan untuk menangkal serangan drone peledak dari Hizbullah. Sebab, milisi tersebut kerap melakukan serangan drone ke sejumlah wilayah di Lebanon untuk membasmi pasukan Israel.
Cegah Serangan Hizbullah, Israel Kirim Alat Penangkal Drone ke Lebanon

- Israel mengirim alat penangkal drone berupa kawat berduri seluas 158.000 meter persegi ke Lebanon untuk menghadang serangan drone peledak dari Hizbullah.
- IDF berencana menambah kiriman kawat berduri berukuran 188.000 meter persegi, namun belum mengungkap waktu pasti pengiriman tersebut.
- Meski ada gencatan senjata yang diperpanjang tiga pekan sejak 24 April, Israel dan Hizbullah masih saling melancarkan serangan di wilayah Lebanon dan Israel.
IDF menambahkan, alat penangkal drone tersebut berupa kawat berduri seluas 158.000 meter persegi. Ukuran tersebut sama dengan 20 lapangan sepak bola. Kawat berduri tersebut dipasang di sejumlah wilayah di Lebanon untuk menjebak semua drone peledak yang ditembakkan oleh Hizbullah.
1. Israel akan mengirim kawat berduri tambahan untuk Lebanon

IDF menjelaskan, pihaknya juga sedang bersiap mengirim kawat berduri tambahan ke Lebanon untuk menangkal drone Hizbullah. Kawat berduri yang akan dikirim selanjutnya dikabarkan berukuran 188.000 meter persegi.
Kawat berduri itu akan dikirim ke pasukan militer Lebanon dalam waktu dekat ini. Namun, tidak dijelaskan kapan waktu pengiriman tersebut. Pihak IDF juga menolak untuk menjelaskan lebih detail soal hal tersebut.
2. Israel dan Hizbullah masih saling serang di Lebanon

Saat ini, Israel dan Hizbullah masih saling melakukan serangan di Lebanon. Pada Senin (11/5/2026), misalnya, Israel menyerang Lebanon selatan hingga menewaskan 4 orang dan melukai 8 lainnya. Dari 8 orang yang terluka, 2 di antaranya merupakan petugas medis.
Pada Kamis, pasukan Hizbullah juga melakukan serangan drone ke wilayah Rosh Hanikra di Israel. Serangan itu melukai empat warga setempat. Dari jumlah tersebut, satu di antaranya mengalami luka yang cukup parah. Mereka semua kini sudah dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan.
3. Aksi saling serang terjadi di tengah berlangsungnya gencatan senjata

Aksi saling serang antara Israel dan Hizbullah tadi terjadi di tengah gencatan senjata. Gencatan senjata ini sudah disepakati oleh Israel dan Lebanon pada 16 April lalu. Kala itu, kedua pihak sepakat menghentikan serangan selama sepuluh hari berturut-turut.
Saat ini, gencatan senjata Israel dan Lebanon sudah diperpanjang selama tiga pekan. Kesepakatan ini diraih usai Israel dan Lebanon melakukan negosiasi langsung di Washington D.C., AS, pada 24 April.
Berdasarkan laporan France 24, gencatan senjata tiga pekan antara Israel dan Lebanon akan segera berakhir pada Minggu (17/5/2026) mendatang. Oleh karena itu, kedua pihak melakukan negosiasi di AS untuk memperpanjang gencatan senjata.

















